1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Israel Terus Membangun Pemukiman Baru

Israel berencana membangun pemukiman baru di Tepi Barat dan Yerusalem Timur meski AS dan Uni Eropa menuntut konstruksi dihentikan total. Gelombang ketiga tahanan Palestina juga diumumkan siap dibebaskan.

Washington telah mengimbau Israel untuk tidak mengumumkan pembangunan pemukiman Yahudi yang dikaitkan dengan gelombang ketiga pembebasan tahanan Palestina hari Minggu mendatang (29/12/13). Uni Eropa melayangkan tuntutan serupa kepada Kementerian Luar Negeri Israel dan duta-duta besar Israel di negara-negara Eropa.

"Kami tidak akan berhenti, untuk sekejap pun, untuk membangun negara kami dan menjadi lebih kuat," tegas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di hadapan para anggota partai Likud pekan lalu.

Harian Maariv mengutip seorang pejabat, yang menolak disebutkan namanya, yang mengatakan Netanyahu awalnya setuju dengan seruan Amerika Serikat untuk menunda pengumuman pembangunan pemukiman baru hingga setelah pembebasan tahanan.

Namun sang perdana menteri berubah pikiran setelah mendapat tekanan dari mitra koalisinya untuk tidak mengirimkan sinyal ke Palestina bahwa Israel itu lemah.

Pembebasan tahanan merupakan yang ketiga kali sejak digelarnya kembali negosiasi damai Palestina dan Israel bulan Juli lalu dengan mediasi Amerika Serikat.

Tembok pembatas yang memisahkan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur dengan kamp pengungsi Palestina, Shuafat

Tembok pembatas yang memisahkan pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur dengan kamp pengungsi Palestina, Shuafat

Sayap kanan pemerintahan Netanyahu telah menyerukan agar pembebasan tahanan dibatalkan, menyusul serangkaian kekerasan yang terjadi pekan ini. Antara lain serangan penembak jitu Palestina yang menewaskan seorang warga Israel dekat perbatasan dengan Jalur Gaza dan serangan bom yang berhasil digagalkan terhadap sebuah bus dekat Tel Aviv.

Dalih hasil kesepakatan

Dalam dialog perdamaian yang dimediasi Washington, Israel setuju untuk membebaskan 104 tahanan anggota militan Palestina dalam empat gelombang. Minggu ini rencananya 26 tahanan Palestina dibebaskan, setelah sebelumnya 52 tahanan dibebaskan dalam dua gelombang. Gelombang terakhir rencananya dibebaskan bulan Maret mendatang.

Dua gelombang pembebasan tahanan bulan Agustus dan Oktober lalu selalu disertai pengumuman pembangunan pemukiman baru Yahudi di atas lahan yang ingin dibangun Palestina jika resmi menjadi sebuah negara. Ini kemudian berujung pada kemarahan Palestina.

Israel berdalih bahwa mereka tidak pernah menyetujui syarat pemberhentian konstruksi pemukiman, sementara Palestina mengatakan mereka tidak pernah setuju menerima konstruksi pemukiman Yahudi yang terus berjalan sebagai imbalan pembebasan tahanan.

cp/as (afp, dpa)

Laporan Pilihan