1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pukulan Bagi Perdamaian Timur Tengah

Proses perdamaian Timur Tengah mengalami pukulan terbaru setelah seluruh anggota tim negosiasi Palestina mengundurkan diri sebagai protes atas sikap Israel yang terus membangun pemukiman di wilayah pendudukan.

Negosiator Palestina Mohammed Shtayyeh mengatakan, pengunduran diri ini adalah respon atas ”meningkatnya pembangunan perumahan (oleh Israel) dan dan tidak adanya harapan untuk mencapai hasil.”

“Hingga kini, presiden Abbas masih belum menerima pengunduran diri kami,“ tambah dia.

Shtayyeh menuding Israel ”secara penuh bertanggung jawab atas kegagalan negosiasi, karena terus melanjutkan dan memperluas pembangunan pemukiman.”

Negosiator lain yang tidak bersedia disebutkan namanya, membenarkan pengunduran diri tersebut.

Abbas masih ingin berunding

“Abbas punya sejumlah pilihan di sini – ia bisa menolak atau menerima dan membentuk sebuah delegasi, atau menuntut sebuah mekanisme negosiasi baru,” kata dia, merujuk kepada kemungkinan pembicaraan tidak langsung melalui sebuah tim Amerika.

Kepala negosiator Saeb Erakat termasuk diantara mereka yang mengajukan pengunduran diri, demikian pernyataan sumber tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki memberi catatan bahwa Abbas masih berkomitmen terhadap pembicaraan damai “untuk kerangka waktu sembilan bulan yang telah disepakati.”

“Kedua belah pihak masih berkomitmen. Kedua pihak sudah menegaskan kembali komitmen mereka pekan lalu. Jadi kita akan terus memprosesnya,“ kata dia kepada para wartawan.

Menyusul mediasi dengan Washington, percakapan langsung dilanjutkan pada Juli mendatang setelah absen selama tiga tahun yang terutama diakibatkan penolakan Palestina untuk melanjutkan pembicaraan damai jika perluasan pembangunan pemukiman di wilayah pendudukan masih terus dilakukan.

Perluasan pemukiman Tepi Barat

Sejak saat itu Israel mengumumkan rencana membangun ribuan rumah-rumah baru di wilayah pendudukan Tepi Barat – wilayah yang diinginkan Palestina sebagai lokasi negara mereka di masa depan, di bawah kesepakatan damai.

Selasa lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pembatalan rencana pembangunan 20.000 lebih rumah di Tepi Barat, beberapa jam setelah pengumuman itu menuai kritik dari AS dan Palestina.

Netanyahu secara terbuka memaksa Menteri Perumahan Uri Ariel, yang telah menyetujui rencana itu untuk mundur, setelah pengumuman itu menarik kecaman dari AS, dan Palestina memperingatkan bahwa hal itu akan mengakhiri proses perdamaian yang sebelumnya telah rentan.

Abbas telah memperingatkan bahwa ia akan mengumumkan berakhirnya proses perdamaian jika Israel terus melanjutkan rencananya (memperluas pemukiman).

Kepada stasiun TV Mesir, Abbas mengatakan bahwa para negosiator telah menyampikan pengunduran diri mereka, tapi ia belum menerima pengunduran diri tersebut.

Sementara itu, koordinator khusus PBB untuk Timur Tengah Robert Serry mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengulangi sikap Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon bahwa pemukiman adalah ”bertentangan dengan hukum internasional dan merupakan rintangan bagi perdamaian.“

ab/hp (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan