1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

IOC Hapus Gulat dari Olimpiade 2020

Komite Olimpiade Internasional memilih untuk menghapus cabang olahraga gulat dari Olimpiade 2020. Proposal ini cukup mengejutkan, karena gulat adalah salah satu olahraga tertua dalam sejarah Olimpiade.

Ini mungkin menjadi tamparan berat bagi seorang pegulat. Bagaikan dilempar ke luar ring. Voting dewan eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) hari Selasa (12/2) memberi rekomendasi penghapusan gulat karena bukan termasuk dalam daftar 25 olahraga inti.

IOC berencana menghapus satu cabang olahraga untuk memberi ruang bagi sebuah turnamen baru dengan tujuan "memperbarui dan merenovasi program Olimpiade," jelas jurubicara IOC Mark Adams.

Namun, hasil voting dinilai mengejutkan karena gulat sudah menjadi cabang olahraga Olimpiade sejak inaugurasi Olimpiade Modern di Athena tahun 1896. Sementara cabang olahraga lain, termasuk pentathlon modern dan taekwondo dipertahankan.

Terbaik untuk Olimpiade?

Peraih medali emas cabang olahraga gulat pada Olimpiade 2004, Khasan Baroev dari Russia, menyebut keputusan ini sebagai membingungkan. "Saya tidak percaya. Lalu cabang olahraga apa yang akan dimasukkan ke dalam program Olimpiade? Olahraga apa yang lebih berharga untuk menggantikan gulat?" ketus Baroev. "Gulat populer di banyak negara - lihat saja bagaimana medalinya terdistribusi pada Olimpiade terakhir."

Pegulat Amerika, Rulan Gardner, terpukul mendengar keputusan IOC. "IOC mencoba untuk mengubah Olimpiade agar lebih mengikuti arus utama dan ramah pemirsa, dan bukannya mempertahankan nilai-nilai Olimpiade," ujar Gardner.

Gulat menjadi cabang olahraga pertama yang didepak setelah bisbol dan sofbol tahun 2008 lalu

Gulat menjadi cabang olahraga pertama yang didepak setelah bisbol dan sofbol tahun 2005 lalu

Namun Adams menjawab bahwa proposal ini masih belum final. “Ini bukanlah akhir dari proses, tapi baru merupakan rekomendasi," tegas Adams ke kalangan wartawan saat pertemuan dewan eksekutif IOC di Lausanne.

"Keputusannya adalah untuk mencermati olahraga inti, apa yang terbaik untuk Olimpiade. Ini adalah program terbaik untuk Olimpiade 2020. Bukan tentang apa yang salah dengan gulat tapi apa yang terbaik untuk Olimpiade," tambahnya.

Kurang populer

Voting digelar menggunakan pemungutan suara rahasia dan angka pastinya tidak diumumkan. Laporan akhir komite IOC diberikan kepada 14 anggota dewan sebelum voting, berisikan analisa terhadap lebih dari 36 kriteria menyangkut beragam cabang olahraga yang dipertimbangkan untuk dihapuskan. Kriteria yang dimaksud diantaranya rating televisi, kebijakan anti-doping, partisipasi global dan popularitas.

Menurut dokumen IOC, gulat memiliki nilai rendah dalam sejumlah kriteria teknis, termasuk popularitas di antara publik pada Olimpiade London - hanya di bawah 5 dari skala 10. Dan tiket untuk menonton cabang olahraga gulat hanya terjual 113.851 dari 116.854 yang tersedia.

Gulat juga mempunyai nilai rendah di antara audiens televisi global dengan maksimum pemirsa 58,5 juta dan rata-ratanya hanya 23 juta. Pencarian internet dan peliputan pers juga tergolong rendah.

Masih ada harapan

Pada Olimpiade London tahun lalu, cabang olahraga gulat diikuti 344 atlet yang memperebutkan 11 medali. Gulat kelas putri ditambahkan saat Olimpiade 2004 di Athena.

Cabang olahraga gulat kini akan bergabung dengan 7 cabang olahraga lainnya, seperti bisbol dan sofbol, karate, squash, dan wushu, untuk memperebutkan tempat dalam Olimpiade 2020. Wakil dari 8 cabang olahraga tersebut rencananya menggelar presentasi di hadapan dewan eksekutif dalam pertemuan di St. Petersburg, Rusia, bulan Mei mendatang.

Keputusan final akan diambil bulan September saat komite harus memilih lokasi untuk Olimpiade 2020. Negara-negara yang menjadi kandidat adalah Istanbul, Tokyo dan Madrid.

Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro untuk pertama kalinya menggelar cabang olahraga rugbi dan golf.

Laporan Pilihan