1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Inggris Ancam Keluar dari Uni Eropa

Menteri Keuangan Inggris George Osborne menganggap Uni Eropa tidak mampu bersaing lagi. Ia mengingatkan jika tidak ada reformasi menyeluruh, Inggris bisa meninggalkan Uni Eropa.

default

Menteri Keuangan Inggris George Osborne

Osborne mengatakan, perjanjian Uni Eropa sudah tidak memadai lagi dan harus segera direformasi, terutama untuk melindungi anggota yang tidak menggunakan mata uang Euro, seperti Inggris. Hal itu disampaikan Osborne, sekutu dekat Perdana Menteri David Cameron, dalam sebuah konferensi yang digelar tangki pemikir Open Europe di London.

"Hanya ada satu pilihan sederhana bagi Uni Eropa, reformasi atau runtuh", kata Osborne. Dalam pidatonya ia mengingatkan bahwa daya saing Eropa makin lama makin turun. Selama beberapa tahun terkahir perekonomian Eropa mengalami kemunduran, sementara ekonomi Cina dan India mengalami pertumbuhan pesat.

Osborne juga mengeritik kebijakan ekonomi zona Euro yang dianggapnya mengabaikan kepentingan Inggris dan negara-negara lain yang tidak menggunakan Euro. "Integrasi kawasan Euro adalah penting bagi eksistensi mata uang itu. Tapi perlindungan hak-hak anggota Uni Eropa yang tidak memakai Euro sangat penting, dan menjadi alasan kuat bagi Inggris untuk berada di Uni Eropa," tandasnya.

Pesimisme Inggris Terhadap Eropa

Osborne mengingatkan, jangan sampai Inggris dihadapkan pada pilihan bergabung dengan Euro atau keluar dari Uni Eropa, karena Inggris tidak akan menggunakan mata uang Euro. "Kami tidak mau bergabung dengan Euro, tapi keluar dari Uni Eropa juga tidak baik bagi Inggris. Dan jika sebuah negara besar dengan pengaruh global seperti Inggris keluar, ini juga hal buruk bagi Uni Eropa", pungkas Osborne.

Pernyataan Menteri Keuangan Inggris itu mengundang kritik di kalangan anggota Uni Eropa lainnya, yang sejak dulu menuduh Inggris hanya ingin mempertahankan kepentingan sendiri. Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso sempat menuduh Inggris punya "gagasan proteksionisme yang sempit."

PM Inggris David Cameron pernah berjanji, jika terpilih lagi dalam pemilu 2015 ia akan mereformasi Uni Eropa dan melaksanakan referendum di Inggris untuk memutuskan apakah negara itu tetap ikut atau keluar dari Uni Eropa. Makin banyak suara kritis di Eropa yang kini mengusulkan agar Inggris sebaiknya keluar saja.

Uni Eropa Perlu Reformasi

Kebanyakan jajak pendapat di Inggris memperlihatkan, mayoritas tipis menginginkan Inggris agar keluar dari Uni Eropa. Tapi pemerintahan konservatif sampai saat ini menyatakan, tidak ada keputusan tentang itu dalam waktu dekat.

Menteri Keuangan George Osborne mengatakan, pemerintah Inggris tetap berpegang pada rencananya. "Keputusan kami sudah jelas: kami akan melakukan reformasi (Uni Eropa), lalu membiarkan rakyat yang memutuskan."

Wakil Ketua Komisi Eropa Olli Rehm yang saat ini berada di Beijing menyatakan, Uni Eropa memang sedang menyiapkan reformasi. "Ingris adalah mitra yang sangat penting bagi Uni Eropa", kata Rehm dan menambahkan, yang penting sekarang adalah fokus pada upaya pembaruan Uni Eropa.

hp/ab (rtr, dpa)

Laporan Pilihan