1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Homs Kembali Jadi Target Serangan

Meski meningkatnya tekanan internasional, pimpinan Suriah lanjutkan serangan terhadap oposisi. Komisaris HAM PBB Navi Pillay mengimbau masyarakat internasional untuk segera bertindak.

This image taken from video filmed over the past several days by an independent cameraman and made available Tuesday Feb. 7, 2012 shows a dead man carried outside in a funeral procession in Homs, Syria. The bombardment of Homs, the hot bed of the resistance to President Bashar Assad's regime, has intensified over recent days, after Syria's allies Russia and China vetoed a Western and Arab-backed resolution at the United Nations that would have condemned the Assad regime's crackdown on dissent and called on him to transfer some of his powers to his deputy. (Foto:APTN/AP/dapd)

Homs, Suriah

Enam hari berturut-turut kota Homs di Suriah dihujani tembakan militer. Aktivis hak asasi manusia Suriah melaporkan, pendukung rejim Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan roket, granat dan panser dalam serangan hari Rabu (8/2) yang menewaskan sekitar 68 orang. Penduduk Homs, kota pusat perlawanan menentang Assad, mengeluh karena persediaan pangan dan obat-obatan menipis. Korban luka-luka sulit ditolong, apalagi mengingat bahaya di kawasan Bab Anr dan Khalidyah yang ditembaki pasukan pemerintah.

Dr. Ali al-Hazouri dari Homs: "Kami tidak dapat menolong korban cedera. Kami perlu sekali obat-obatan. Terlalu sedikit dokter untuk merawat begitu banyaknya korban. Kami tidak punya tempat untuk korban yang tewas dan yang terluka. Korban luka harus kami tempatkan di kamar mandi."

epa03013087 (FILE) A file photograph showing UN High Commissioner for Human Rights Navanethem, Navi Pillay speaks during a press conference after the opening of the Durban Review Conference (UN's Conference against Racism) at the European headquarters of the United Nations, UN, in Geneva, Switzerland, 20 April 2009. Reports state on 23 November 2011, that UN human rights chief Navi Pillay has condemned the 'clearly excessive use of force' by Egypt's security forces during clashes with protesters. Navi Pillay called for an independent inquiry into the deaths of at least 35 people during the current unrest. EPA/LAURENT GILLIERON +++(c) dpa - Bildfunk+++

Navi Pillay

Komisaris HAM PBB: masyarakat internasional harus segera bertindak

Kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Damaskus hari Selasa (7/2) dianggap pendukung Assad sebagai keberhasilan, tetapi tidak bagi oposisi. Tuntutan Lavrov untuk membuka dialog antara oposisi dan pemerintah Suriah dan pelanjutan misi pengamat Liga Arab, seperti sebuah dagelan bila melihat apa yang terjadi hari Rabu (8/2).

Tak kurang dari Komisaris HAM PBB Navi Pillay gusar usai mendengar laporan dari Homs. Pillay menuding, veto Rusia dan Cina terhadap resolusi DK PBB baru-baru ini, ikut bertanggung jawab atas situasi di Suriah saat ini. Ia menambahkan, veto itu merupakan surat ijin bagi Assad untuk bebas melakukan tindak kekerasan. Masyarakat internasional kini harus segera bertindak untuk melindungi rakyat Suriah, tambah Pillay.

Juga Menlu Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan, masyarakat internasional sekarang harus membantu warga Homs. "Tidaklah cukup hanya menjadi pengamat. Kita harus mengirimkan pesan kuat kepada rakyat Suriah, bahwa kita bersama mereka." Demikian ditegaskan Davutoglu. Turki adalah negara tetangga Suriah.

Damaged houses are seen in the Sunni Muslim district of Bab Amro in Homs in this handout picture received February 8, 2012. Syrian forces thrust into the rebellious city of Homs on Wednesday, killing as many as 100 civilians by the account of opposition activists, and Turkey appeared to be preparing a new diplomatic push against Syria's President Bashar al-Assad. REUTERS/Mulham Alnader/Handout (SYRIA - Tags: CIVIL UNREST POLITICS) FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS

Homs

Merasa tidak dipedulikan

Namun, Rusia kembali menolak intervensi asing dalam konflik ini. Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin menegaskan hari Rabu (8/2), pemerintahannya "menentang kekerasan, tetapi orang tidak boleh bertindak seperti gajah di sebuah toko porselen." Orang dapat melakukan sesuatu pada pihak yang bertikai atau membatasi penggunaan senjata, tetapi intervensi dalam konflik ini sama sekali tidak boleh dilakukan, ujar Putin.

Sementara melalui telepon, Presiden Rusia, Dmitry Medvedev mengatakan kepada Presiden Turki, Tayyip Erdogan, upaya penyelesaian krisis juga harus dilanjutkan di DK PBB. Namun tujuannya tetap bahwa Suriah sendiri yang mencari jalan keluar tanpa bantuan asing.

Omar Shakit, saksi mata di Homs kecewa melihat semuanya ini: "Kami dibiarkan sendiri. Tak seorang pun peduli. PBB membiarkan Assad leluasa menembaki kami dengan panser Rusia. Kami tidak bisa hanya melihat Assad membunuh kami. Kami akan melawan dengan segala cara, jika perlu dengan pisau dapur. Kami berhak untuk membela diri."

Christa Saloh-Foerster/dpa/rtrd/dapd

Editor: Andy Budiman

Laporan Pilihan