1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Harapan Setelah Telepon Rouhani-Obama

Masyarakat Iran berharap sanksi internasional yang mencekik mereka bisa dicabut. Harapam ini muncul setelah percakapan telepon bersejarah antara Presiden Hassan Rouhani dengan Barack Obama.

Status hubungan diplomatik Iran dan AS yang terputus sejak 1980, “harus secepatnya diakhiri”, kata Morteza seorang supir taxi di Teheran.

“Karena semua orang terkena dampak akibat sanksi dan situasi ekonomi ini,“ kata dia, yang mengeluh kesulitan menemukan tempat servis suku cadang berkualitas untuk mobilnya akibat sanksi tersebut.

Sanksi dunia

Marktunruhen im Iran

Ekonomi Iran semakin lemah akibat sanksi berkepanjangan

Iran yang dikenai sanksi PBB terkait program nuklirnya yang kontroversial, juga harus berjuang dengan tindakan-tindakan keras yang diberlakukan AS dan Uni Eropa yang menjatuhkan embargo atas sektor minyak yang menjadi pemasukan utama mereka, serta juga dikenai pembekuan kerjasama dengan sistem perbankan dunia.

Menteri ekonomi Ali Tayyebnia telah memperingatkan Agustus lalu bahwa jumlah pengangguran resmi negara itu kini mencapai 3,5 juta orang atau 11,2 persen dari angkatan kerja, dan bisa bertambah menjadi 8,5 juta akibat gelombang baru anak-anak muda yang akan memasuki pasar tenaga kerja.

Meskipun inflasi mengalami sedikit penurunan, dan saat ini ada pada 39 persen.

Harga-harga keperluan konsumen naik hampir dua kali lipat dalam setahun, membuat komoditi umum seperti tepung beras, minyak goreng dan ayam terlalu mahal bagi banyak orang, demikian menurut badan statistik resmi negara itu.

Nilai mata uang Iran yakni rial, telah mengalami devaluasi besar sejak 2011.

Tapi sejak pendekatan hangat Rouhani pada komunitas internasional, nilai rial mulai stabil. Hari ini, sekitar 30.000 rial setara dengan 1 dollar Amerika, membaik dibandingkan 38.000 rial untuk 1 dollar beberapa bulan lalu.

Para pejabat memperingatkan bahwa melepaskan ketegangan dengan dunia, dan pencabutan sanksi akan membutuhkan proses yang berlarut-larut.

Tapi bagi orang Iran, percakapan telepon antara Rouhani dengan Presiden AS – yang pertama kalinya terjadi sejak revolusi Islam 1979 – adalah sebuah sinyal harapan yang nyata.

Mehdi Miremadi, kepala kamar dagang Iran-Prancis mengatakan bahwa ia optimis, namun mengatakan bahwa penting untuk tidak melupakan betapa buruknya situasi ekonomi saat ini.

Perusahaan besar terancam ditutup

“Jika sanksi tertentu tidak dicabut dalam enam bulan, dengan prioritas atas hal-hal yang mempengaruhi transaksi perbankan, maka setengah dari perusahaan besar yang menjalankan bisnis bahan-bahan impor akan tutup,“ kata dia.

Perusahaan-perusahaan Iran harus mengeluarkan uang tambahan 25 persen akibat sanksi perbankan internasional.

Seorang pengamat ekonomi Eropa di Teheran setuju.

“Tekanan itu jelas pada ekonomi. Itu terbukti dengan tingginya angka pengangguran dan inflasi, serta penurunan produksi secara dramatis,“ kata pengamat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Selanjutnya

Laporan Pilihan