1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Harapan Damai di Filipina Selatan

Juru runding pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) memulai putaran baru dialog perdamaian di Kuala Lumpur hari Selasa (2/10).

Dialog antara pemerintah Filipina dan kelompok pemberontak Muslim terbesar di negara tersebut diharapkan berakhir dengan kata sepakat untuk menyudahi konflik selama 40 tahun di wilayah selatan Filipina yang mayoritas warganya beragama Katolik. Dalam 15 tahun terakhir, dialog diantara kedua pihak kerap diwarnai kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 160.000 orang.

Kesepakatan damai akan berujung pada perluasan wilayah otonomi bagi warga Muslim di pulau Mindanao, termasuk kekuatan politik dan ekonomi yang lebih besar, peranan lebih aktif dalam mengurusi keamanan internal, serta porsi lebih besar dari hasil sumber daya alam.

"Jalan menuju akhir tidak lama lagi, walau masih sulit untuk mengetahui apa kami akan pernah sampai ke tujuan. Tapi kami sudah dekat," tukas Mohagher Iqbal, juru runding MILF. Iqbal membeberkan sejumlah isu yang masih harus dibahas menyangkut bentuk dan ukuran entitas politik yang baru serta pembagian tanggung jawab keamanan internal.

Sebuah peta jalan menuju terciptanya wilayah otonomi sebelum masa jabatan Presiden Benigno Aquino berakhir tahun 2016 juga tengah diperbincangkan. Rencananya sebuah komite transisi dengan 15 anggota akan dibentuk untuk merancang undang-undang sebelum tahun 2015 mengenai entitas baru yang akan menggantikan wilayah otonomi yang telah berlaku sejak tahun 1989 dan dinilai gagal.

CP/VLZ (rtr)

Laporan Pilihan