1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Fitch Turunkan Peringkat Lima Negara Euro

Italia dan Spanyol merupakan negara yang diturunkan peringkatnya. Awal Januari, Standard & Poor's telah menurunkan peringkat 9 negara Eropa.

Logo lembaga pemeringkat keuangan Fitch

Logo lembaga pemeringkat keuangan Fitch

Kemelut finansial dan moneter yang dihadapi negara-negara zona Euro menjadi alasan Fitch, sebuah lembaga pemeringkat keuangan Amerika Serikat, untuk menurunkan peringkat kelayakan kredit Italia dari A+ menjadi A- dan Spanyol dari A menjadi AA-. Peringkat kelayakan kredit Belgia, Slovenia dan Siprus juga turut diturunkan. Lembaga pemeringkat keuangan Amerika lainnya, yakni Standard & Poor's, telah lebih dulu mencabut peringkat kredit tertinggi AAA dari Perancis dan Austria.

"Jelas bahwa negara-negara zona Euro membutuhkan reformasi yang lebih substansial untuk mencapai stabilitas ekonomi dan finansial, termasuk memperluas integrasi fiskal," demikian penjelasan Fitch melalui situs internetnya. Perdana Menteri Italia Mario Monti menanggapi keputusan Fitch dengan tenang. "Komentar Fitch bukanlah sesuatu yang baru," ujarnya kepada televisi Italia. "Hari Senin (30/1), kami akan berangkat ke Brussel untuk memperbaiki zona Euro." Para petinggi zona Euro akan bertemu untuk menegosiasikan kebijakan fiskal bersama yang terus ditentang oleh Inggris.

Perdana Menteri Italia, Mario Monti

Perdana Menteri Italia, Mario Monti

Eropa tidak tinggal diam

Dalam dua tahun terakhir, para petinggi Uni Eropa kerap mengkritik kebijakan lembaga pemeringkat keuangan yang seharusnya memberi peringatan resiko kepada para investor, namun malah meningkatkan ketegangan pasar dengan melebih-lebihkan masalah finansial di zona Euro. Mereka juga berkali-kali mengangkat kegagalan tiga perusahaan yang mendominasi pasar peringkat keuangan, yaitu S&P, Fitch dan Moody's, dalam mendeteksi masalah pada lembaga investasi Amerika Serikat, Lehman Brothers, yang kebangkrutannya di tahun 2008 memicu krisis finansial global.

Menteri luar negeri Jerman, Guido Westerwelle, berkomentar, "Motivasi mereka laba. Mereka punya agenda politik. Kami harus berbuat sesuatu. Dengan semakin ketatnya persaingan, Eropa harus melakukan perlawanan. Eropa harus mempunyai sebuah lembaga pemeringkat yang independen, berpengaruh dan kompetitif."

Lembaga pemeringkat keuangan juga menjadi topik pembahasan dalam Forum Ekonomi Dunia yang tengah berlangsung di Davos. Martin Wittig, CEO lembaga konsultan Roland Berger, mengaku tengah menggodok sebuah lembaga alternatif di Eropa yang diharapkan bisa lebih transparan. "Lembaga ini nantinya tidak akan berpihak ke investor dan pemilik, karena merupakan bagian dari yayasan. Juga sebagai konsumen tidak akan tergantung pada pembuat produk yang mereka evaluasi," jelasnya.

Kritisi menilai Eropa selama ini lebih doyan omong dan kurang bertindak. Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, memiliki pandangan serupa. Seperti yang ia kemukakan di Davos, "Telah banyak yang dibahas dan ditaruh di atas kertas dalam 5 bulan terakhir menyangkut kebijakan regulasi, namun minim implementasi kebijakan."

dpa/afp/Carissa Paramita

Editor: Agus Setiawan

Laporan Pilihan