1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Eropa Cekcok Hadapi Krisis Pengungsi

Tanggapi banjir migran lewat Laut Tengah, negara-negara Eropa tak mampu sepakati program bersama. Di saat Italia mengeluhkan kekurangan dana, Jerman melipatduakan bantuan segera bagi para pengungsi.

Gelombang pengungsi ilegal lewat Laut Tengah ke Eropa makin deras dan mencapai tahapan kritis yang sulit ditangani negara yang jadi tujuan. Tapi sejauh ini Eropa tetap tak mampu sepakati program bersama. Italia yang secara tradisional jadi tujuan utama pengungsi dari Afrika Utara itu, kini berteriak kekurangan dana dan kurangnya solidaritas.

Italia terutama mengeluhkan ketidakadilan dalam pembagian kuota penerimaan pengungsi yang kebanyakan karena alasan ekonomi atau akibat konflik di negara asalnya. Sekitar 170.000 pengungsi ilegal berhasil memasuki kawasan Eropa pada 2014 setelah mengarungi Laut Tengah menggunakan perahu bobrok yang kelebihan muatan. Italia menampung sekitar 22 persen dari pengungsi tersebut.

Penanggung jawab masalah migrasi di kementrian dalam negeri Italia, Mario Morcone dalam pertemuan antara perwakilan gereja Protestan dengan kalangan politik di Roma Kamis (11/6) mengeluhkan masih adanya penolakan negara tetangga Perancis dan Spanyol terkait masalah kuota pengungsi ini. "Dengan begitu tak mungkin dibuat aturan Eropa yang mengikat terkait kuota penampungan pengungsi", ujar Morcone.

Pemerintah di Paris menepis semua tudingan bahwa mereka tidak menunjukkan solidaritas. Terkait krisis pengungsi itu, pemerintah Perancis mengambil langkah lebih radikal. Awal bulan ini, aparat keamanan di Paris dan Calais mengobrak-abrik kamp pengungsi ilegal di tengah kota. Lebih 350 pngungsi ilegal asal Afrika ditangkap di Paris dan di sekitar 150 lainnya diusir dari Calais.

Jerman tambah dana bantuan

Situasinya berbeda dengan di Jerman. Pemerintah di Berlin justru akan melipatduakan anggaran bantuan segera bagi para pengungsi dari 500 juta menjadi satu milyar Euro pada tahun 2015 ini juga. Di kalangan anggota Uni Eropa, Jerman menanggung kuota penampungan pengungsi paling tinggi.

Tahun 2014 lalu tercatat lebih 220.000 pengungsi dan migran mengajukan permohonan suaka kepada pemerintah Jerman. Menteri bantuan pembangunan Gerd Müller baru-baru ini memperkirakan hingga akhir tahun 2015 akan diajukan hingga 400.000 permohonan suaka.

Namun masalah pengungsi dan pemohon suaka juga menjadi tema politik dalam negeri peka di Jerman. Terutama negara-negara bagian mengeluhkan beban berat yang harus mereka tanggung. Untuk penanganan pengungsi, negara bagian memperkirakan anggaran 14.000 Euro atau sekitar 210 juta Rupiah per pengungsi per tahunnya. Seperti juga di Italia, kini di Jerman makin gencar dilontarkan tuntutan agar Uni Eropa menetapkan kuota penerimaan yang lebih adil.

as/vlz (dpa,rtr,afp,kna,epd)

Laporan Pilihan