1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Diskusi Perdagangan Bebas di APEC

KTT APEC yang ke-18 di Yokohama bertujuan mendorong tercapainya kesepakatan perdagangan bebas, sebelum KTT berikutnya diadakan tahun depan di Hawaii. Dalam rangka KTT sejumlah pembicaraan bilateral juga diadakan.

default

Dari kiri ke kanan: Presiden Chili Sebastian Pinera, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden AS Barack Obama, PM Jepang Naoto Kan, PM Singapura Lee Hsien Loong dan PM Australia Julia Gillard (13/11)

Para pemimpin sembilan negara anggota APEC bertemu hari Minggu (14/11) untuk mendiskusikan apa yang disebut Trans Pacific Partnership atau TPP yang akan mewajibkan anggotanya untuk melonggarkan tarif dan batasan perdagangan lainnya.

Kelompok ini tidak mengikutsertakan Cina, yang menjadi negara pengekspor terbesar dan negara berekonomi kedua terbesar di dunia. Cina lebih memilih membicarakan reformasi perdagangan dalam forum alternatif yang mengikutsertakan negara-negara asia saja, tanpa AS.

23.10.2010 DW-TV- Journal PINERA

Presiden Chili, Sebastian Pinera

Presiden Chile, Sebastian Pinera mengatakan, tujuan yang ditetapkan hari Minggu setelah pembicaraan dengan Presiden AS Barack Obama adalah peresmian TPP, sebelum KTT APEC berikutnya, yang akan diadakan tahun depan di Honolulu.

Ia menambahkan, untuk itu akan diadakan perundingan-perundingan berikutnya, yang pertama di New Zealand dan kedua di Chile. Demikian dikatakan Pinera. Yang dimaksud Pinera adalah forum APEC, yang terdiri dari 21 negara, bukan hanya negara-negara yang bertemu sekarang di Yokohama.

Pembicaraan Bilateral

APEC Obama und Kan

Presiden AS Barack Obama dan PM Jepang Naoto Kan

Pembicaraan bilateral yang diadakan dalam rangka KTT terutama penting bagi tuan rumah Jepang. Setelah upaya yang diadakan dalam enam bulan terakhir, akhirnya diadakan pertemuan resmi antara Presiden Cina Hu Jintao dan PM Jepang, Naoto Kan. Ia menyambut Presiden Cina dan mengatakan, bahwa Cina dan Jepang punya banyak persamaan.

Hubungan kedua negara tidak selalu harmonis beberapa bulan terakhir ini. Sengketa soal sebuah kelompok kepulauan menyebabkan ketegangan dan kebekuan hubungan politik. Walaupun pertemuan bilateral yang diadakan Sabtu (13/11) hanya berlangsung 22 menit, ini adalah langkah penting menuju normalisasi hubungan Jepang-Cina.

Hubungan Jepang-Rusia

APEC Medvedev und Kan

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev dam PM Jepang Natoto Kan

PM Jepang Naoto Kan juga bertemu dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Beberapa waktu lalu, kunjungan Medvedev di kelompok kepulauan, yang menurut Jepang termasuk wilayahnya, menyebabkan kemarahan politisi di Tokyo. Dalam pertemuan bilateral Medvedev memuji Jepang yang menjadi tuan rumah bagi KTT APEC.

Walaupun kata-kata ramah terdengar, pandangan Rusia dan Jepang tetap berbeda. Tetapi oleh karenanya hubungan ekonomi tidak harus terganggu. Di depan Presiden Rusia, dalam rangka KTT ditandatangani sebuah proyek, yang melibatkan sejumlah perusahaan Jepang dan Cina yang aktif di Rusia.

Perdagangan Bebas

Minggu (14/11) pembicaraan terutama berkisar pada perdagangan bebas. Berkaitan dengan usulnya untuk mengadakan TPP yang dapat ditandatangani 21 negara Asia-Pasifik, Presiden AS Barack Obama mengatakan, "Kami ingin terus mendorong kemitraan trans Pasifik, agar perdagangan dapat diperluas dan pasar di seluruh zona Asia-Pasifik dapat dibuka.“

APEC-Gipfel 2010 in Japan Yokohama Flash-Galerie

PM Jepang Naoto Kan (tengah) berbicara bersama para pemimpin APEC di Yokohama. Indonesia diwakili oleh Menteri Koordinasi Ekonomi Hatta Rajasa (14/11)

Di Zona itu sendiri, AS masih harus mengambil banyak langkah bagi ekonominya. Obama harus mengakui, ekspor AS ke Asia memang bertambah, tetapi saingan juga berhasil memperoleh pasar lebih luas. Itu akan diubah dan dalam lima tahun mendatang, AS akan menggandakan ekspor ke Asia, demikian Barack Obama.

Tetapi Obama tidak mengatakan, bagaimana itu akan dilaksanakan. Dalam KTT G-20 yang baru berakhir di Seoul Obama tidak berhasil meyakinkan peserta KTT lain akan usulnya untuk menetapkan pembatasan bagi ekspor. Yang berarti ekspor dari negara-negara seperti Cina atau Jerman harus dibatasi di bawah 4%.

Peter Kujath/afp/dpa/Marjory Linardy

Editor: Christa Saloh

Laporan Pilihan