1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Clinton Didukung Colin Powell, Trump Sasar Obamacare

Donald Trump dan pendukungnya tiba-tiba dapat amunisi baru dengan menyasar politik asuransi kesehatan dari Presiden Barack Obama. Sementara Hillary Clinton dapat pendukung prominen dari Partai Republik.

Colin Powell und Hillary Clinton in Washington (Reuters/J. Ernst)

Colin Powell (kiri) dan Hillary Clinton di Washington (September 2014)

Ibaratnya mendapat amunisi baru, Donald Trump dan Partai Republik kini melancarkan kritik tajam terhadap biaya yang timbul akibat politik asuransi kesehatan dari Presiden Barack Obama, yang disebut Obamacare. "Itu membunuh bisnis kita, bisnis kecil kita, dan membunuh individu." Demikian seruan Trump di depan pendukungnya di Tallahassee, Florida, tanpa menunjukkan bukti apapun bagi tuduhannya.

Sementara calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton yang bersaing debngan Trump di negara bagian sama bersumpah akan mempertahankan sistem asuransi kesehatan bagi jutaan orang Amerika yang tercakup dalam sistem itu. Namun wakil timnya menyatakan, biaya yang diperlukan sangat besar. Sistem asuransi memang meningkatkan beban bagi bisnis, terutama perusahaan kelas menengah dan besar. Tatapi berbeda dengan tuduhan Trump, perusahaan kecil tidak diharuskan ikut.

Angin baru Partai Republik

Dengan menyasar Obamacare, ibaratnya Partai Republik dan para calon senatnya mendapat angin baru, setelah mengalami pukulan telak beberapa kali dalam bulan-bulan terakhir, karena integritas calonnya, Donald Trump, dipertanyakan secara luas. Berbagai tuduhan menyangkut pelecehan seksual dan pemerkosaan sudah dilontarkan terhadap Trump. Sejauh ini Trump selalu menampik dan berusaha mengelak.

Dalam soal Obamacare, Trump sesumbar akan menghapusnya begitu mulai bertugas sebagai presiden. Walaupun mendapat "peluru baru" untuk serangan-serangannya, Trump sendiri tidak punya usulan jelas bagaimana politik kesehatan yang dia rancang Selama ini Trump tampak kesulitan untuk memfokuskan diri pada isu-isu yang secara tradisional diperdebatkan dalam pemilu. Ketika berkampanye di Florida,

Saat membuka pidatonya Selasa kemarin, ia justru mengiklankan salah satu sarana bermain golf miliknya di negara bagian  Florida. Trumpjuga mengemukakan bahwa bisnis dan kepentingan politiknya saling terkait. 

Powell: "Saya akan pilih Hillary Clinton"

Sementara itu, Hillary Clinton dan kubu Demokrat mendapat pendukung baru yang prominen dari Partai Republik. Colin Powell, yang pernah menjabat menteri luar negeri di masa pemerintahan George W. Bush. Powell menyatakan, "Saya akan pilih Hillary Clinton". Itu dikatakannya di depan pertemuan Long Island Association, sebuah kelompok dagang yang bermarkas di luar New York City.

Sebagai alasannya, Powell menyebut Trump tidak berpengalaman dan memberikan pesan-pesan negatif kepada rakyat AS. Demikian laporan New York Times. Namun sejumlah analis meragukan keseriusan pernyataan Powell. 

Jajak pendapat nasional pada situs RealClearPolitics menunjukkan, sejak pertengahan Oktober, Clinton terus memimpin perolehan dukungan suara. Menurut Reuters/Ipsos States of the Nation, Clinton punya peluang menang lebih dari 95% jika pemilu diadakan pekan lalu.

ml/as (afp, ap)

Laporan Pilihan