1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Setelah Nyaris Pingsan, Clinton Diminta Buka Catatan Medis

Setelah nyaris pingsan pada upacara peringatan teror 11 September, kondisi kesehatan calon presiden AS Hillary Clinton kini menjadi bahan gunjingan. Bekas ibu negara itu didesak membuka catatan kesehatannya ke publik.

USA New York - 15 Jahre nach 9/11 Gedenktag - Hillary Clinton

Clinton harus dipapah ke mobil di tengah upacara peringatan serangan teror 11 September di New York

Kondisi kesehatan calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton, kini menjadi bahan perdebatan menyusul insiden pada upacara peringatan serangan teror 11 September di New York, di mana ia nyaris pingsan dan harus dipapah ke dalam mobil.

Tim sukses Clinton mengakui perempuan berusia 68 tahun itu menderita penyakit radang paru paru alias Pneumonia. Dia dikabarkan terpaksa membatalkan program kampanye di California.

Kabar memburuknya kesehatan bekas ibu negara AS itu muncul pada saat pelik. Kandidat Partai Republik, Donald Trump, belakangan memanskan teori konspirasi, bahwa Clinton sejak lama menutupi penyakit parah yang ia derita.

Isu tersebut menguat sejak Clinton mengalami gangguan pernafasan pada peringatan hari Buruh sepekan silam.

Kini Clinton dan Trump didesak untuk merilis catatan kesehatan ke publik. Di internet beredar isu liar bahwa Clinton sebenarnya menderita tumor otak, Parkinson atau Demensia.

Tim sukses Trump sendiri mengaku tidak ingin menjadikan kesehatan rivalnya itu sebagai isu politik. "Kami ingin menghormati Clinton," tutur seorang anggota tim sukses Donald Trump kepada stasiun televisi CNN, sembari menambahkan telah menginstruksikan staf agat tidak memosting apapun di media sosial terkait kesehatan capres Partai Demokrat tersebut.

Namun pengamat meyakini sebaliknya. "Saya yakin mereka akan memanfaatkannya sebisa mungkin," tutur ahli strategi kampanye Partai Republik Art Hackney. "Dia (Trump) kan sudah mengindikasikan bahwa Clinton tidak punya stamina. Jadi saya yakin mereka akan memanfaatkan isu ini."


rzn/yf (rtr,afp)

Laporan Pilihan