1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

"Capitano" Ballack Mohon Pamit

Michael Ballack secara resmi berpamitan dari para pendukungnya dengan pertandingan perpisahan penuh pemain bintang. Karir gemerlap Ballack usai tanpa satu pun gelar juara internasional.

Jose Mourinho, Didier Drogba, Michael Essien, Andriy Shevchenko dan Ricardo Carvalho hanya sebagian kecil dari daftar nama pemain internasional dan Jerman terkenal yang turut hadir dalam pertandingan perpisahan bagi sang "Capitano" Michael Ballack.

Tim seleksi dunia dengan para pemain bintang berhadapan dengan tim sahabat-sahabt Ballack yang terdiri dari pemain-pemain terkenal Jerman dan mantan pembalap F1 Michael Schumacher. Tiket stadion di Leipzig untuk ajang tersebut habis terjual dalam kurun waktu satu hari.

Dukungan Sahabat dan "Bekas" Musuh

"Sungguh luar biasa, bahwa setelah musim kompetisi yang begitu panjang, masih banyak pemain dunia yang bersedia datang", ujar Ballack yang mendapat sorakan gemuruh sepanjang pertandingan dari sekitar 45.000 penonton. "Pada awalnya saya tidak mau menangis, tapi ternyata tidak semudah itu. Perjalanan karir saya sungguh sangat indah."

Abschiedsspiel Michael Ballack

Pertandingan perpisahan Michael Ballack

Tidak hanya sahabat Ballack yang hadir, tapi juga beberapa tokoh yang "bermasalah" dengannya. Seperti pelatih timnas Jerman Joachim Löw yang bersitegang dengan Ballack beberapa bulan jelang akhir karir aktifnya. "Kami sudah saling berbicara. Saya turut senang ia bisa memiliki pertandingan perpisahan seperti ini." Juga Philipp Lahm yang mengecewakan Ballack karena mengambil alih ban kapten timnas di tahun 2010, turut bermain di tim seleksi dunia.

Cedera Penghambat Karir

Awal dari akhir karir Ballack di timnas Jerman terjadi tanggal 15 Mei 2010 pada babak final Piala FA. Pemain bernomor punggung 13 ini dijegal dengan keras oleh Kevin-Prince Boateng pada menit ke 44. Kapten yang dulu berusia 33 tahun tersebut mengalami cedera ligamen dan tidak bisa dimainkan pada Piala Dunia 2010. Setelah turnamen itu, Ballack juga tidak lagi menjadi pilihan pelatih Löw.

Walau akhir karirnya terkesan datang secara mendadak, Ballack tetap diakui oleh dunia internasional sebagai pemain yang luar biasa. Kalau ada satu hal yang kurang dari serangkaian prestasinya, "Capitano" tidak pernah memenangkan satu pun gelar internasional sepanjang karirnya.

Petualangan Klub Ballack

Pemburuan gelar internasional sudah dimulai Ballack sejak bergabung dengan Bayer Leverkusen di tahun 1999. Bersama Leverkusen, Ballack mencapai babak final Piala Jerman, Liga Champions dan menempati papan atas klasemen Bundesliga. Namun, tidak satu pun gelar bisa mereka rengkuh.

Michael Ballack mit Krücken 2010

Ballack tersedu setelah Chelsea kalah di final Liga Champions 2008

Peruntungan mulai berubah setelah Ballack pindah ke klub raksasa Bayern München. Ia menang tiga gelar Bundesliga dan tiga Piala Jerman. Hanya gelar Liga Champions yang masih luput. Setelah berseteru dengan petinggi klub, Ballack beranjak ke FC Chelsea empat tahun kemudian.

Akhir Tanpa Gelar

Di Inggris, Ballack berhasil membuktikan diri sebagi pemain berkualitas dan turut beperan dalam keberhasilan Chelsea meraih dua gelar di tahun 2010. Tapi di bawah pelatih Jose Mourinho pun Ballack tidak berhasil meraih gelar internasional. 2008 Chelsea kalah di babak final Liga Champions.

Dua tahun setelahnya, Ballack kembali ke Bundesliga di klub lamanya Bayer Leverkusen dan mengakhiri karirnya Oktober 2012 setelah terus mengalami cedera.

Bersama timnas Jerman, Ballack yang menjabat sebagai kapten tim dari tahun 2004 hingga 2010, turut serta dalam lima turnamen besar. Pada Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2006, Jerman gagal di babak final. Bahkan pada Piala Dunia 2006 di negara sendiri, Jerman hanya keluar sebagai juara ketiga.

Laporan Pilihan