1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Bundestag Sepakati Perluasan Wewenang EFSF

Kanselir Angela Merkel meyakinkan Bundestag untuk memberi kuasa lebih besar baginya dalam menegosiasikan ekspansi wewenang dana bailout UE. Parlemen Jerman meloloskan RUU menjelang pertemuan blok tersebut di Brussel.

Kanselir Jerman Angela Merkel ditengah para anggota Bundestag

Kanselir Jerman Angela Merkel ditengah para anggota Bundestag

Mayoritas anggota parlemen Jerman meloloskan rancangan undang-undang perluasan wewenang dana bailout Uni Eropa tak lama setelah Kanselir Angela Merkel menegaskan bahwa Eropa berada di masa tersulit. "Dunia menyoroti Eropa dan Jerman. Mereka menunggu apakah kami bersedia dan mampu untuk mengambil alih tanggung jawab di tengah krisis terburuk Eropa sejak Perang Dunia II. Apa yang baik bagi Eropa, juga baik bagi Jerman. Kalau Euro gagal, maka Eropa gagal dan itu tidak boleh terjadi," ujar Merkel. Desakan yang ia tujukan bagi Bundestag untuk mendukung perubahan perjanjian Uni Eropa sehingga Brussel memiliki kekuasaan untuk mengintervensi anggaran negara anggota.

Voting para pembuat kebijakan berakhir dengan suara 503 banding 89 untuk menyetujui dua metode perluasan Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF). Yakni dana bailout sebesar 440 miliar Euro bagi 17 negara pengguna mata uang Euro. Perluasan wewenang EFSF memang membawa sejumlah resiko, namun menurut Merkel sudah tidak ada alternatif lagi untuk mengangkat Eropa dari jurang kehancuran.

Dukungan bagi Euro

Persetujuan datang di tengah hujan kritik bagi Merkel. Partai Kiri jelas-jelas menentang, dan persetujuan oposisi Sosial Demokrat serta Partai Hijau datang dengan kritik tajam mengenai penanganan krisis oleh pemerintah Jerman dalam setahun terakhir. Frank-Walter Steinmeier yang berhaluan Sosial Demokrat mengeluhkan pemerintah yang begitu lama bungkam mengenai arah krisis utang zona Euro. Dalam hal ini, persetujuan diberikan bagi mata uang Euro dan bukan Merkel. "Nasib proyek Uni Eropa dipertaruhkan. Itulah mengapa terjadi kekisruhan di Brussel. Sudah seperti operasi jantung terbuka," jelas Steinmeier.

Usai voting Bundestag hari Rabu (26/10), Merkel terbang ke Brussel. Para pemimpin negara-negara Uni Eropa kembali membahas detail utang Yunani, rekapitalisasi bank-bank Eropa dan perluasan dana bailout.

Resiko yang patut diambil?

Dalam pertemuan terakhir bulan Juli lalu, para petinggi Uni Eropa sepakat pertambahan dana EFSF. Ekspansi yang kontroversial dan terbukti tidak cukup untuk mengatasi situasi finansial Yunani. Bagi Athena untuk kembali stabil dibutuhkan penghapusan obligasi pemerintah Yunani hingga 60 persen oleh bank-bank swasta Eropa. Langkah yang mampu memicu krisis perbankan. Goncangan di sektor perbankan ditambah ketidakstabilan fiskal Italia serta Spanyol dapat dengan mudah menyedot dana EFSF.

Nada skeptis muncul dari kubu koalisi Merkel. Perluasan wewenang dana bailout dinilai akan menyeret Jerman ke resiko yang lebih besar dan mengancam peringkat kredit Jerman. Solusi yang ditawarkan dikhawatirkan hanya akan memperburuk masalah mendasar yang justru mendorong terjadinya krisis utang. "Apa yang dibahas para petinggi negara saat ini adalah yang pertama kali menyebabkan krisis finansial global," tegas wakil partner koalisi Merkel, Frank Schäffler dari Partai Liberal (FDP).

dw/Carissa Paramita

Editor: Edith Koesoemawiria

Laporan Pilihan