1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Belgia, Belanda dan Jerman Sukses dalam Razia Anti Teror

Sebelas tersangka pelaku serangen teror berhasil ditangkap aparat keamanan dalam aksi razia besar-besaran di Belgia, Jerman dan Belanda, Selasa (24/11). Beberapa jam kemudian, belasan orang lain juga ditangkap.

default

Antwerpen, Belgia, salah satu markas jaringan teror Islam internasional

Mereka semua dituduh mendapat penugasan dari jaringan teror Islam internasional untuk merencanakan serangan teror di Belgia dan merekrut orang untuk kelompok teror Chechnya. Demikian dilaporkan Kejaksaan Belgia di ibukota Brussel. Menurut keterangan juru bicara Jawatan Kriminal Jerman, BKA, penangkapan tersebut tidak berhubungan dengan ancaman teror di Jerman.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Jaksa Tinggi kota Aachen, Robert Deller, "Berdasarkan informasi yang kami peroleh, aksi penangkapan ini tidak ada kaitannya dengan peringatan ancaman teror di Jerman beberapa hari lalu."

Operasi ini merupakan bagian dari penyelidikan atas rencana serangan teror terhadap sasaran di Belgia. Sepuluh apartemen digeledah Selasa pagi (23/11). Tujuh tersangka ditangkap di Antwerpen, tiga lainnya di Amsterdam, Belanda, dan satu lagi di Aachen, Jerman.

Terhadap tersangka yang ditangkap di Jerman, pengadilan Belgia mengeluarkan surat perintah penahanan dari Pengadilan Uni Eropa. Namun, mengenai kewarganegaraannya belum ada keterangan yang lebih jelas. Sedangkan tersangka lainnya sebagian besar berasal dari Maroko, Chechnya, Belanda dan Rusia.

Beberapa jam kemudian, pejabat Belgia mengumumkan penahanan sekitar 15 orang terkait penyelidikan terpisah terhadap sebuah kelompok yang diduga telah merekrut calon pejuang yang akan berperang di Irak dan Afghanistan.

Kejaksaan Belanda menyebutkan, atas perintah penangkapan dari Belgia, tiga orang berusia 25, 26 dan 28 tahun ditangkap di Amsterdam. Mereka dituding terlibat dalam jaringan terorisme internasional. Berdasarkan keterangan jawatan Belanda, pemerintah Belgia telah mengajukan ekstradisi terhadap tiga tersangka itu.

Dalam wawancara telefon dengan kantor berita AP, juru bicara Kantor Kordinasi Nasional Pemberantasan Terorisme Belanda juga menjelaskan, bahwa aksi penangkapan tersebut tidak ada hubungannya dengan rencana serangan teror di Jerman. Beberapa hari yang lalu, Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan terdapat petunjuk konkrit mengenai rencana serangan teror yang akan dilancarkan menjelang Hari Raya Natal.

Para penyelidik Belgia melakukan penyelidikian internasional sejak tahun 2009 terhadap jaringan teror internasional itu, yang sebagian besar bermarkas di Antwerpen. "Sasaran serangan belum ditentukan secara khusus,“ tambah kantor penuntut Belgia. Namun, terhimpun bukti yang cukup untuk membenarkan adanya rencana serangan di Belgia.

Sementara ini para tersangka akan dipenjara sambil menunggu dakwaan. Sejak awal tahun sejumlah tersangka jaringan teror lainnya ditangkap di Spanyol, Maroko dan Arab Saudi. Aksi ini merupakan kerjasama penyelidikan sejumlah negara dan Badan Kerjasama Pengadilan Uni Eropa, Eurojust.

Andriani Nangoy/ap/afpe

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan