1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Beberapa Negara Tinjau Kebijakan Nuklirnya

Di seluruh dunia ada 437 PLTN yang menghasilkan 13 persen listrik di bumi. Setelah bencana Fukushima, makin banyak orang menentang pembangunan PLTN

Aktivis lingkungan Praful Bidwai tertawa pahit, saat ia membaca sebuah opini dari Badan Atom India yang menyatakan: bencana nuklir di Fukushima pada 14 Maret merupakan reaksi kimia dan bukan kecelakaan nuklir, rencana penyelamat darurat berfungsi dengan baik.

Bahwa Badan Atom India meremehkan kejadian tersebut, tentu ada alasannnya: India memiliki rencana ambisius membangun PLTN. Di samping 20 yang sudah ada, masih akan dibangun 6 PLTN baru, sebagian dibangun di kawasan yang ekologinya rawan.

Praful Bidwai menyatakan, sejauh ini penentangan terhadap konsep energi nuklir di India hampir tidak tampak, tetapi ini sudah berubah, "Fukushima telah memberi dorongan besar pada para penentang energi nuklir di India! Mereka menuntut pemerintah untuk membuang jauh-jauh rencana pembangunan PLTN. Di tingkat lokal selalu ada hambatan, misalnya penolakan terhadap pertambangan uranium, tetapi gerakan gerakan ini sangat berhati-hati. Untuk pertama kalinya, para penggiat dari berbagai wilayah di tingkat nasional berkumpul dan membentuk sebuah komite."

Juga di Cina, sejak bencana nuklir di Fukushima, sebuah pemikiran baru timbul. Saat ini ada 27 PLTN yang tengah dibangun di Cina. Pemerintah Cina tengah menguji kembali semua sistem dan mempertinggi standar keselamatan dari sebelumnya. Hal ini mengakibatkan beberapa reaktor belum juga usai dibangun. Menurut aktivis lingkungan Li Bo, dalam debat publik, tema ini dibicarakan lebih luas lagi. Li Bo, yang merupakan ketua dari salah satu LSM lingkungan yang berpengatruh di Cina, Friends of Nature, mengatakan, "Akhirnya mata masyarakat Cina terbuka. Kami belum tahu persis apa pelajaran dari Fukushima."

Li Bo berpendapat, di Cina ada tuntutan besar terhadap informasi yang lebih dalam terhadap energi nuklir. Faktanya, sedikit sekali masyarakat yang tahu mengenai tema energi nuklir.

Di Cina saat ini hanya 2 persen listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga nuklir. Menurut Li Bo, kritik terhadap keberadaan PLTN sering dijawab dengan semboyan yang populer dalam masyarakat, "Kekhawatiran masyarakat dalam hal keselamatan dan kesehatan sering dijawab dengan argumen: warga harus bisa hidup dan bertahan hidup. Di Cina ini merupakan argumen yang sangat kuat."

Seperti juga Cina, di India pun sangat sedikit listrik yang dihasilkan oleh tenaga nuklir, yaitu di bawah 3 persen. Bila  rencana reaktor nuklir yang baru selesai dibangun, maka PLTN akan mengkontribusi sekitar 6 persen energi listrik.

Penggiat lingkungan dan pengamat sosial Praful Bidwai berpandangan energi nuklir tidak cocok untuk memecahkan masalah energi di India, "100.000 dari 600.000 desa di India tidak dialiri listrik. Juga untuk beberapa dekade kedepan. Tidak ada alasan yang jelas mengapa bukan energi surya  yang digunakan. Separuh penduduk India hidup tanpa listrik. Berikan mereka setidaknya lampu dari sel surya, itu lebih kompetitif!"

Nina Werkhäuser/Miranti Hirschmann

Editor : Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan