1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Bapak "Bayi Tabung" Tutup Usia

Tanpa Robert Edwards, jutaan manusia tidak akan pernah dilahirkan. Robert Edwards adalah pelopor teknologi bayi tabung. Penerima penghargaan Nobel ini meninggal di usia 87 tahun.

Robert Edwards meninggal hari Rabu (10/04/13) setelah lama menderita sakit berat. "Ia meninggal dengan damai saat tidur". Demikian keterangan pihak keluarganya.

"Keluarga, teman dan kolega akan sangat kehilangan sosoknya", tambah Universitas Cambridge. Di sana "bapak bayi tabung" itu bertahun-tahun bekerja dan melakukan riset. Louise Brown, bayi tabung pertama di dunia, kini juga sudah menjadi seorang ibu.

Sukses Bersama Steptoe

Edwards mengembangkan terapi "fertilisasi in vitro" atau pembuahan dalam tabung bersama dokter ahli kandungan asal Inggris Patrick Steptoe.

Louise Brown Retortenbaby 1978

Bayi tabung pertama di dunia Louise Brown

Pada tahun 1969, untuk pertama kalinya Edwards berhasil melakukan pembuahan sel telur manusia di luar tubuh. Dalam proses tersebut, perempuan yang sebelumnya menjalani terapi hormon diambil sel telurnya yang matang.

Steptoe kemudian menggunakan laparoskopi untuk memindahkan sel telur dari indung telur dan Edwards melakukan pembiakan kultur sel serta mengimbuhkan sel sperma. Sel telur dapat melakukan pembelahan dan membentuk embrio awal. Embrio kemudian dikembalikan lagi ke dalam rahim wanita bersangkutan.

25 Juli 1978, bayi tabung pertama, Louise Brown, lahir dari pasangan Edwards dan Lesley Brown setelah sekitar 100 percobaan mengalami kegagalan. Pasangan yang tidak bisa mendapatkan anak setelah sukses ini memiliki harapan baru untuk mendapat keturunan.

Tentangan Gereja dan Kolega

Namun, waktu itu penelitian fertilisasi in vitro bukannya tanpa hambatan. Edwards tidak hanya dikecam Gereja Katolik, tapi juga oleh sesama peneliti. "Mereka menyebut saya sebagai orang gila. Tidak ada yang mau mengambil resiko etik tersebut", pernah dikatakan Edwards.

Ia juga menyatakan, tidak pernah merasa takut, bahwa bayi tabung nantinya dilahirkan secara tidak normal. "Saya tahu, bahwa fertilisasi in vitro berfungsi sama seperti pembuahan alami."

Tahun 2010 Edwards bersama Steptoe meraih penghargaan Nobel Kedokteran untuk penemuan mereka dalam bidang pembuahan in vitro.

vlz/as (afp, ap, dpa)

Laporan Pilihan