1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

AS Desak Cina Bebaskan Tahanan Tiananmen

Lebih dari dua dekade setelah bentrokan pasukan Cina dan demonstran di lapangan Tiananmen, AS mendesak Cina untuk membebaskan pemrotes yang masih ditahan.

Dalam rangka peringatan demonstrasi Tiananmen 23 tahun lalu, pemerintah Amerika Serikat serukan agar para pemrotes yang masih ditahan Cina segera dibebaskan. 3 dan 4 Juni 1989, tentara pembebasan rakyat menyerbu pusat kota Beijing dan menembaki para demonstran yang tidak bersenjata, untuk mengakhiri aksi protes yang telah berjalan selama enam minggu di lapangan Tiananmen. Diperkirakan lebih dari 1000 orang dipenjara.

Dalam pernyataannya, juru bicara kementrian luar negeri AS Mark Toner mengatakan : "Kami menyerukan kepada pemerintah Cina untuk membebaskan semua yang masih menjalani hukuman atas partisipasi dalam demonstrasi, mempertanggung jawabkan kepada publik tentang korban yang tewas, ditahan atau hilang, dan mengakhiri gangguan terus-menerus terhadap peserta demonstrasi dan keluarganya." Beberapa orang diduga masih ditahan karena terlibat dalam aksi protes, termasuk mereka yang sudah lanjut usia maupun mengalami masalah kejiwaan.

Menurut laporan Palang Merah, 727 orang tewas dalam pembantaian Tiananmen. Sementara pemerintah Cina menyebut angka 200. Lebih dari dua dekade kemudian, Beijing menolak meminta maaf atas peristiwa tersebut atau mempertimbangkan pemberian kompensasi bagi keluarga korban yang tewas. Dengan alasan insiden yang terjadi adalah "usaha pembelaan aksi revolusi".

Richard Connor / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Dyan Kostermans

Laporan Pilihan