1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Ada Makhluk Cerdas Lain di Jagat Raya?

Deteksi sinyal radio yang terpancar dari sebuah planet sejarak 95 tahun cahaya memicu spekulasi adanya makhluk cerdas. Kini para astronom melacak sinyal itu.

Tonton video 00:59

Ada Makhluk Cerdas Lain di Jagat Raya?

Astronom Rusia di teleskop radio Kaukasus melaporkan menangkap sinyal berupa gelombang radio yang tidak lazim pada tahun lalu. Sinyalnya disebutkan terpancar dari posisi astronomi HD 164595 yang berjarak sekitar 95 tahun cahaya atau setara 965 Trilyun kilometer dari Bumi. Di kawasan itu diketahui ada sebuah exo planet seukuran planet Neptunus yang mengorbit sebuah bintang induk.

Tertarik laporan rekan sejabatnya dari Rusia, para astronom dari SETI Instutute di Mountain View, California, Amerika Serikat, kini secara intensif melakukan analisa data sinyal radio dari kedalaman jagat raya itu. "Sinyal ini memicu spekulasi adanya makhluk cerdas lain selain manusia di alam semesta ini," ujar Seth Shostak, astronom senior dari SETI Intitute.

Shostak mengakui, sejumlah astronom lainnya menyebut pasti ada kesalahan atau bias dari sinyal radio itu. "Saya tahu, sering muncul sinyal yang keliru atau bias," ujar astronom senior AS itu. Tapi Shostak yang melacak sinyal radio secara intensif menegaskan, tetap optimistis ada sesuatu yang luar biasa di lokasi terpancarnya sinyal itu.

Untuk melacak rahasia, apakah benar ada makhluk cerdas lain di alam semesta ini, selama dua hari berturut-turut Allen Telescope yang superkuat milik SETI Intitut diarahkan ke lokasi munculnya sinyal di posisi astronomi HD 164595.

"Sejauh ini kami tidak menemukan indikasi atau sinyal apapun," ujar Shostak. Tapi ia juga mengatakan, di luar tata surya terdapat banyak sekali sistem serupa dengan jutaan exo-planetnya. "Saya pribadi tetap optismis, suatu hari nanti kita bisa menemukan sesuatu. Tapi sejauh ini memang tidak ada yang bisa memberi jawaban dari misteri alam semesta ini," ujar astronom dari Berkeley itu.

as/yf(ap)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait