1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

52 Tahun Kutukan Benfica Berlanjut

Penggemar olahraga pada dasarnya percaya dengan takhayul. Begitu juga suporter klub Benfica. Kekalahan terakhir di Liga Eropa adalah kekalahan ke-8 di final sejak tahun 1962. Tepatnya sejak Guttman mengutuk klub itu.

Klub Portugal SL Benfica sebenarnya bermain lebih baik dan memiliki lebih banyak peluang mencetak gol selama 120 menit pertandingan final Piala Liga Eropa, Rabu (14/05/14). Tapi tim asuhan Jorge Jesus pada akhirnya kalah 4-2 dari Sevilla lewat adu penalti setelah tidak ada gol yang tercipta satu pun hingga masa perpanjangan waktu berakhir.

Ini tahun ke-dua secara berturut-turut dimana pemain Benfica harus puas keluar sebagai runner-up. Musim lalu di kompetisi yang sama, Benfica kalah dari Chelsea di babak final. "Para pemain telah berjuang. Kami kurang beruntung lagi," ujar kapten Luisao. "Di final, bola kembali tidak mau masuk ke gawang."

Bela Guttmann 1962

Kutukan Bela Guttman hantui Benfica

Pelatih Jesus dan beberapa pemain menertawakan pembicaraan seputar kutukan bagi klub. 52 tahun yang lalu, mantan pelatih Benfica Bela Guttman dikatakan mengeluarkan kutukan: "Benfica tidak akan menjadi juara Eropa selama 100 tahun dari sekarang." Dan memang sejak itu, klub gagal meraih satu pun gekar di kancah Eropa.

Guttman dikenal sebagai pelatih dengan gaya seperti Jose Mourinho di eranya. Ia sukses membawa Benfica menjadi juara Liga Champions dua tahun berturut-turut. Tapi setelah menang di 1962, Guttman berhenti setelah permintaan kenaikan gajinya ditolak. Karena kesal terhadap petinggi klub, Guttmann kemudian mengatakan kutukan legendaris tersebut.

Sejak Guttman keluar, Benfica kerap kalah di babak final Liga Champions dan Liga Eropa dari AC Milan, Inter Milan, Manchester United, PSV Eindhoven, Anderlecht, Chelsea, dan kini Sevilla. Pada babak final Liga Champions, dulu masih bernama Piala Eropa, di Wina tahun 1990, pesepakbola legendaris Eusébio, yang mantan pemain Benfica bahkan berkunjung ke makam Guttman di ibukota Austria tersebut dan memohon agar kutukannya dicabut. Tapi upayanya tidak membuahkan hasil.

vlz/yf (dpa/ap)

Laporan Pilihan