Zuma, Tumpuan Harapan atau ′Teflon Man′? | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 08.05.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Zuma, Tumpuan Harapan atau 'Teflon Man'?

Jacob Zuma yang akan dilantik Sabtu (09/05) sebagai presiden ke-4 Afrika Selatan adalah sosok kontroversial.

Jacob Zuma

Jacob Zuma

"Awal baru, harapan baru". Begitu bunyi kepala berita koran terkenal di Afrika Selatan 'Business Day' pada hari terpilihnya Jacob Zuma sebagai presiden.

Sebelumnya, Zuma berpidato di depan 400 anggota parlemen, menjanjikan pertanggungjwaban lebih besar dari pemerintahannya kelak. Kata-kata mengesankan dari orang yang batal dituduh korupsi dengan alasan meragukan.

"Ia ibarat manusia Teflon", begitu ditulis Koran Afrika Selatan 'The Star'. Maksudnya, Zuma tak akan pernah terganjal kasus korupsi, sekalipun skandal berskala besar. Analogi yang merujuk pada bahan pelapis perabotan memasak yang tahan gores, licin, tampaknya cocok dengan persepsi tentang Zuma.

Asal usulnya dari lingkungan miskin dan kedekatannya dengan rakyat biasa, membantu politisi yang mengandalkan insting itu. Ia kerap menegaskan, ia pun orang biasa.

Dengan kehati-hatian yang dikalkulasi inilah Zuma menempatkan dirinya berbeda dengan para pendahulunya, kata Wolfgang Drechsler, koresponden 'Handelsblatt' di Afrika Selatan yang mengenal baik negeri itu.

Drechsler menuturkan, "Ia jauh lebih rileks daripada para pendahulunya. Kesan ini muncul dari kesukaannya menyanyi atau mengenakan baju macan tutul yang membuat orang Eropa ketakutan. Dia juga lebih sederhana daripada Mbeki atau Mugabe yang ingin tampak intelektual. Tambahan lagi Zuma adalah orang yang mampu berbaur dengan orang biasa. Gaya baru kepemimpinan ini bisa lebih mendorong rekonsiliasi dalam masyarakat yang terpecah belah pada masa pemerintahan Mbeki. Dan itulah harapan besar sesungguhnya. Bahwa Zuma akan membawa rekonsiliasi lebih besar dan bahwa ia lebih kuat daripada Thabo Mbeki dalam mewujudkan sasaran ANC di kota-kota kecil.“

Keberhasilan Zuma dalam pemilu antara lain berkat dukungan serikat buruh dan partai-partai komunis Afrika Selatan. Karena itulah para pengkritik kuatir, Zuma kini bisa berbelok ke kiri dan mengancam politik keuangan dan perekonomian pasar liberal serta membuat takut para investor.

Susunan kabinet Zuma yang akan diumumkan Zuma hari Minggu (10/05) akan menjadi indikasi arah masa depan pemerintahan Zuma. Matthias Boddenberg, Direktur Kamar Dagang dan Industri Jerman-Afrika Selatan termasuk yang menantikannya dengan tegang.

"Kami menilai Zuma adalah politisi pragmatis yang tentu saja akan berupaya untuk menyatukan semua pihak dalam kabinetnya. Tentu ada tarik menarik untuk pos-pos tertentu tapi kami berharap pertimbangan pragmatis akan didahulukan“, kata Boddenberg.

Sabtu ini (09/05) Jacob Zuma akan resmi memimpin Republik Afrika Selatan yang dibelit kemiskinan dan perpecahan berlatar konflik ras.

Pada saat sama, kejuaraan sepakbola dunia 2010 menawarkan panggung bagi pria itu untuk menampilkan ke hadapan dunia sebuah bangsa aneka warna, yang mendorong rekonsiliasi dalam negeri dan menjalankan peran di Uni Afrika dan G20 dengan lebih percaya diri.

Ludger Schadomsky/ Renata Permadi

Editor: Asril Ridwan