Wawancara Langka Prince Harry Dengan Barack Obama | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 28.12.2017
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Wawancara Langka Prince Harry Dengan Barack Obama

Barack Obama mengatakan dia merasa terbebaskan, meski banyak pekerjaan besar yang belum selesai. Inilah wawancara resmi pertama Obama sejak melepaskan jabatan Januari 2017.

Barack Obama mengatakan dia merasa terbebaskan, meski banyak pekerjaan besar yang belum selesai. Inilah wawancara resmi Obama yang pertama sejak melepaskan jabatannya sebagai presiden AS Januari 2017.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun penyiaran Inggris, BBC yang disiarkan pada hari Rabu (27/12), mantan Presiden AS Barack Obama mengatakan kepada Pangeran Harry bahwa dia merasa damai dan terbebaskan ketika meninggalkan Gedung Putih bulan Januari lalu, meskipun sejumlah besar pekerjaan belum selesai.

Bisa bangun di pagi hari dan menetapkan agenda sendiri untuk hari itu "sangat membebaskan," kata Obama, dan menambahkan, dia akhirnya punya cukup waktu untuk berbicara dengan istrinya, Michelle.

"Saya rindu juga pekerjaan itu, karena sangat menarik," kata Obama tentang masa delapan tahun berkuasa di Gedung Putih. Dia menyebutkan reformasi bidang kesehatannya, yang dikenal sebagai Obamacare, sebagai salah satu prestasi yang paling membuatnya bangga.

Prinz Harry und Obama (Reuters/M. Blinch)

Barack Obama dan Prince Harry di Invictus Game, Toronto, Canada, September 2017

Ancaman media sosial

Obama berbicara dengan Prince Harry dalam kapasitas sebagai pewawancara tamu untuk program berita BBC Radio 4. Wawancara dilakukan di Toronto Kanada bulan September lalu, saat digelar Invictus Game.

Keduanya juga berbicara tentang media sosial. Tanpa menyebut nama penggantinya, Donald Trump, mantan presiden AS itu mengatakan bahwa orang-orang di pemerintahan harus berhati-hati ketika menggunakan media sosial.

Tonton video 01:16

Prince Harry Wawancarai Obama

"Semua dari kita dalam kepemimpinan harus menemukan cara di mana kita dapat menciptakan ruang bersama di internet," kata Barack Obama. "Salah satu bahaya internet adalah bahwa orang dapat memiliki realitas yang sama sekali berbeda, mereka bisa saja terbuai informasi-informasi yang memperkuat bias mereka saat ini."

Barack Obama menyesalkan bahwa platform media sosial sering menjuruskan orang membuat penilaian cepat tentang isu-isu kompleks. Mendiskusikan isu-isu tersebut  secara offline akan membantu orang melihat kompleksitas masalah kebijakan publik.

Pertemuan secara langsung juga "membuat orang lebih sulit untuk menjadi menjengkelkan dan kejam secara pribadi, karena di internet orang bisa tampil secara anonim," katanya.

Pertanyaan-pertanyaan editor tamu Prince Harry juga menyinggung soal perubahan iklim dan perkembangan militer.

Daftar undangan pernikahan Harry dan Meghan

Dalam segmen live singkat di akhir acara, BBC menanyakan kepada Prince Harry apakah Obama akan diundang ke pernikahannya dengan aktris AS Meghan Markle tahun depan.

"Saya tidak tahu tentang itu," kata Harry. "Kami belum membuat undangan atau daftar tamu. Siapa tahu apakah mereka akan diundang atau tidak. Saya tidak ingin merusak kejutan itu."

Surat kabar bulevard Inggris "Sun" hari Selasa (26/12) melaporkan, pejabat pemerintah Inggris mendesak Prince Harry agar tidak mengundang Barack Obama ke pernikahannya karena bisa membuat marah Presiden AS saat ini, Donald Trump.

hp/as (rtr, ap)

 

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait