Wawancara Kovtun - Kunci dalam Kasus Litvinenko | Fokus | DW | 14.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Wawancara Kovtun - Kunci dalam Kasus Litvinenko

Jumat (08/12) lalu kantor berita Rusia Interfax memberitakan bahwa Dimitri Kovtun terbaring dalam keadaan koma dan organ-organ tubuhnya terkontaminasi bahan radioaktif.

Dimitri Kovtun

Dimitri Kovtun

Sejak itu Kovtun, yang selalu menyebut dirinya sebagai pengusaha, dikarantina di rumah sakit nomor 6. Dari tempat tidurnya Kovtun memberikan sebuah wawancara lewat telefon kepada sebuah stasiun televisi Rusia.

"Menurut keterangan para dokter, kondisi kesehatan saya sudah menjadi lebih stabil, keadaan saya sudah lebih baik. Kemungkinan saya masih akan tinggal di rumah sakit tujuh sampai sepuluh hari, ini tergantung secepat apa pemeriksaannya selesai.“

Kovtun telah meninggalkan jejak Polonium yang luas di Hamburg. Kejaksaan Tinggi Hamburg mencurigai Kovtun sebagai pelaku yang secara terlarang membawa bahan radioaktif itu ke Jerman. Komentar Kovtun tentang hal ini:

"Saya selalu berhubungan dengan media Barat dan juga dengan pengacara saya. Saya tahu, saya dituduh memasukkan Polonium secara ilegal.“

Dalam sebuah wawancara lain, Kovtun menjelaskan, ia hanya dapat menjelaskan semua ini terjadi melalui kontak dengan Alexander Litvinenko yang diracuni. Dengan cara itu ia terkontaminasi sehingga meninggalkan jejak di kota kesayangannya. Para pengusaha di Hamburg mengaku tidak kenal Kovtun. Ia tidak pernah terlihat di dunia bisnis Jerman-Rusia di kota pelabuhan tersebut. Perusahaan konsultan Kovtun juga tidak dikenal.

Sementara itu Andrey Lugovoy memunculkan versi baru kasus peracunan Alexander Litvinenko. 16 Oktober lalu ia bertemu dengan Litvinenko di sebuah perusahaan keamanan di London, di mana juga ditemukan jejak Polonium. Setelah itu ia tidak pernah melihat Litvinenko lagi. Dengan demikian Lugovoy, yang juga sedang terbaring di rumah sakit, menyimpulkan, peracunan Litvinenko sudah berlangsung sebelumnya.

Oleh karena itu pesawat yang membawanya kembali ke Moskow Oktober lalu masih harus diperiksa. Kasus ini menjadi semakin rumit dan ganjil. Mengapa dua pengusaha Rusia, yang dua-duanya dianggap kurang bisa dipercaya, terbang ke London untuk bertemu dengan Litvinenko, meskipun seperti yang dikatakan sendiri oleh kedua orang ini, Litvinenko hanya memiliki sedikit penawaran dalam bidang bisnis dan sebenarnya tidak menarik bagi mereka.