Wawancara Ahmadinejad Tanpa Jawaban Langsung | Fokus | DW | 14.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Wawancara Ahmadinejad Tanpa Jawaban Langsung

Ahmadinejad balik menuding Amerika sebagai biang kekacauan di Irak. Namun ia tidak pernah mau membantah langsung tuduhan Amerika bahwa Iran mempersenjatai milisi Shiah Irak.

Mahmud Ahmadinejad

Mahmud Ahmadinejad

Itulah yang terjadi dalam wawancara eksklusif jaringan televisi ABC Amerika dengan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. Wawancara dilakukan wartawan Diane Sawyer, diawali pertanyaan apakah benar Ahmadinejad mengirim senjata ke Irak untuk membunuh tentara Amerika. Presiden kontroversial itu enteng mengawali jawabannya dengan suatu basa-basi:

"Pertama-tama saya ucapkan selamat pagi kepada semua pemirsa di seluruh Amerika, dan mengabarkan kepada mereka bahwa sekarang ini di Iran tengah berlangsung musim semi. Saya harap musim semi menyelimuti seluruh dunia".

Sesudah itu Ahmadinejad menyatakan, Iran selalu menghindari segala bentuk konflik dan pertumpahan darah. Karena katanya,

"...problem dunia hanya bisa diselöesaikan dengan dialog, penggunaan logika, dan semangat persahabatan. Penggunaan senjata tidak diperlukan". Lalu ia panjang lebar bicara tentang perdamaian dan keprihatinannya akan jatuhnya korban."

Pewawancara berulang kali mengarahkan pertanyaannya langsung pada tuduhan yang didasarkan pernyataan Amerika bahwa setidaknya 170 tentara Amerika yang tewas dan 600 lain yang luka di Irak, diakibatkan senjata yang dipasok Iran.

Diane Sawyer sempat mengingatkan bahwa Amerika menunjukkan berbagai bukti berupa penemuan roket peluncur granat lengkap dengan nomor seri dari Iran. Ahmadinejad terus berkelit, tanpa jawaban langsung.

"Saya kira Amerika telah melakukan kekeliruan besar di Irak, dan sialnya mengalami kekalahan. Ini tentu saja memalukan bagi bangsa Amerika. Karenanya mereka mencoba mengarahkan telunjuk kepada orang lain. Padahal menyalahkan pihak lain tidak akan menyelesaikan persoalan. Saya kira tentang ini kita harus jujur dan menerima kenyataan".

Pewawancara tanpa putus asa berusaha meminta jawaban langsung Ahmadinejad mengenai klaim Amerika bahwa mereka punya bukti keterlibatan Iran dalam kekerasan di Irak. Namun Ahmadinejad tetap tak kunjung memberi jawaban langsung:

"Justru pemerintah Amerika dan Bush terbiasa main tuduh. Dengan memperlihatkan lembaran-lembaran kertas dan menyebutnya sebagai dokumen. Tapi tak ada yang bisa dicapai dengan itu. Harus ada pengadilan untuk membuktikan dan mengujinya."

Akhirnya, Diana Sawyer menanyakan apakah Ahmadinejad cemas atas ancaman serangan udara Amerika terhadap Iran. Dan jawaban presiden Mahmud Ahmadinejad:

"Cemas? Kenapa kami harus takut? Pertama, kemungkinannya sangat kecil. Dan kami yakin banyak orang bijak di Amerika yang akan mencegah tindakan ilegal macam itu. Namun di luar itu, posisi bangsa kami sudah sangat jelas. Bahwa siapapun yang menyerang negeri kami, akan mendapat pembalasan yang setimpal."