Intensitas Siklon Surigae Meningkat, 9 Provinsi Diminta Waspada | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 17.04.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Cuaca Ekstrem

Intensitas Siklon Surigae Meningkat, 9 Provinsi Diminta Waspada

Siklon tropis Surigae diperkirakan akan bergerak dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam. BMKG memprediksi dampaknya berupa potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Gambar ilustrasi cuaca

Gambar ilustrasi cuaca

Siklon tropis Surigae, yang saat ini sedang terjadi di perairan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat, diperkirakan mengalami kenaikan intensitas dalam 24 jam ke depan dan terus bergerak mengarah ke barat laut. Sembilan provinsi diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon tropis Surigae cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Namun keberadaannya tetap memberikan dampak tidak langsung bagi sejumlah provinsi di Tanah Air.

"Menurut prediksi BMKG hingga Sabtu (17/04) pukul 19.00 WIB, posisi siklon tropis tersebut masih akan berada di perairan Samudra Pasifik dan diperkirakan bergerak menuju sebelah utara Maluku Utara, atau pada 11,7 LU dan 129,7 BT, atau sekitar 1.040 kilometer sebelah utara timur laut Tahuna," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangannya, Sabtu (17/04/2021). 

Adapun siklon tropis Surigae ini diperkirakan akan bergerak dengan kecepatan 10 knot atau 19 kilometer per jam dengan kekuatan 95 knots atau 185 kilometer per jam dengan tekanan 935 hPa.

Waspada di 9 propinsi

Dia mengatakan akibat adanya pergerakan dan fenomena siklon tropis tersebut, BMKG memprediksi dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di sembilan wilayah.

Berikut sembilan provinsi diminta siaga: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Kemudian, gelombang air laut setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, dan perairan Biak hingga Jayapura. 

Selanjutnya, gelombang air laut dengan ketinggian rata-rata 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Talaud dan perairan utara Halmahera.

Adapun gelombang air laut setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat.

Potensi angin kencang, hujan lebat, longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan, saat ini bibit siklon tropis di utara Papua telah berkembang menjadi siklon Surigae. Siklon ini bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.

Apa itu siklon Surigae? Penamaan siklon tersebut dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA). Sebelumnya, bibit siklon ini bernama 94W.

"Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8-20 knot," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam keterangannya, Rabu (14/04/2021).

Masyarakat diimbau untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi angin kencang, hujan lebat, dan dampak lanjutannya. Dampak hujan lebat itu bisa menjadi banjir bandang hingga tanah longsor.

Puncaknya disebutkan terjadi pada 18 April 2021. Termasuk intensitas hujan yang berpotensi hujan lebat dalam sepekan ke depan. Hal itu merupakan dampak tidak langsung wilayah yang dekat dengan posisi siklon tropis.

ae/ts

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Siklon Surigae Meningkat 24 Jam ke Depan, 9 Provinsi Diminta Waspada

Wanti-wanti BMKG Siklon Surigae Bisa Berkembang Jadi Topan

Laporan Pilihan