Wartawan Italia di Afganistan Diculik Taliban | Fokus | DW | 08.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Wartawan Italia di Afganistan Diculik Taliban

Penculikan wartawan Italia di Afganistan dapat memperuncing perdebatan mengenai penempatan pasukan Italia di Afganistan.

Pejuang Taliban di Propinsi Zabul, Afganistan

Pejuang Taliban di Propinsi Zabul, Afganistan

Roma mencemaskan, kejadian tersebut bukan suatu kebetulan. Jurnalis Daniele Mastrogiacomo dari harian La Repubblica menghilang tepat sebelum parlemen Italia memutuskan perpanjangan masa tugas pasukannya di Afghanistan. Wartawan spesialis kawasan konflik tersebut terakhir mengirimkan kabar dari Kandahar kepada redaksinya di Roma pada hari Minggu (04/03) lalu. Sesudah itu, menurut Menteri Luar Negeri Italia Massimo D’Alema, Mastrogiacomo berada di tangan kelompok Taliban.

D’Alema menyatakan: "Perkiraan kami adalah, Mastrogiacomo tidak diculik kawanan penjahat biasa, tetapi diculik kelompok Taliban. Jadi kami tidak berurusan dengan sekelompok kriminal yang menginginkan uang tebusan, melainkan dengan situasi rumit.”

Walau pun pemerintah di Roma tidak menyatakannya secara terbuka. Ada kecemasan, peristiwa penculikan tersebut menggoyahkan posisi Italia dalam aliansi Afganistan. Sejak lama Partai Komunis yang tergabung dalam Koalisi Tengah Kiri menginginkan Italia keluar dari misi ISAF dan menarik mundur pasukannya dari Afganistan.

Sengketa mengenai masa depan pasukan Italia di Afganistan bulan lalu sudah hampir menyebabkan tamat riwayatnya pemerintahan Romano Prodi. Tampaknya penculikan jurnalis harian La Repubblica kembali memicu tuntutan Partai Komunis bagi diakhirinya misi di Afganistan. Dalam sebuah wawancara Rabu (07/03), pimpinan Partai Komunis Italia Franco Giordano menyatakan, jika serdadu Italia menjadi korban, harus dipertimbangkan untuk keluar dari Afganistan. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri D’Alema memperingatkan agar peristiwa penculikan Mastrogiacomo tidak memanaskan lagi perdebatan mengenai penarikan mundur pasukan.

Mayoritas suara di parlemen menginginkan perpanjangan misi Italia di Afganistan walau pun diwarnai ketidaksetujuan wakil Partai Komunis. Koalisi Prodi tentu saja memiliki suara mayoritas di parlemen. Selain itu pihak oposisi juga mendukung misi di Afganistan. Guna membebaskan jurnalis harian La Repubblica tersebut, Menteri Luar Negeri D’Alema telah membentuk tim penanganan krisis.

“Kami sudah mengupayakan segalanya guna menghubungi pihak penculik dan pembebasannya. Sebab orang yang mereka culik adalah jurnalis yang sedang bertugas, dan tidak melakukan hal-hal yang bermusuhan.“

Justru inilah yang diragukan para penculik. Kepada berbagai kantor berita, juru bicara Taliban menyatakan bahwa mereka curiga Mastrogiacomo adalah seorang mata-mata Inggris. Mastrogiacomo berambut pirang dan tidak tampak seperti orang Italia. Pihak redaksi La Repubblica menjelaskan, Mastrogiacomo tidak memiliki paspor Inggris. Selain berkewarganegaraan Italia, Mastrogiacomo memiliki paspor Swiss karena ibunya berkebangsaan Swiss.