Wartawan BBC Alan Johnston masih disandera | dunia | DW | 12.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Wartawan BBC Alan Johnston masih disandera

Alan Johnston diculik 12 Maret lalu di Gaza. Di Ramallah, Dirjen BBC imbau pembebasannya.

Wartawan Palestina tuntut pembebasan Alan Johnston

Wartawan Palestina tuntut pembebasan Alan Johnston

Johnston diculik empat minggu lalu ketika dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumahnya. Sejak itu tidak ada pertanda, apakah ia masih hidup atau sudah meninggal. Para wartawan yang berada di Ramallah dan Jalur Gaza sudah berulang kali berdemonstrasi menuntut agar ia dibebaskan. Namun, hingga kini tanpa hasil. Sekarang pimpinan BBC Mark Thompson berada di Ramallah untuk mengupayakan pembebasan wartawan itu. Ia mengatakan,

“Jadi pagi ini saya mengimbau semua pihak, yang memiliki pengaruh atas kelompok penculik itu agar berusaha sekeras mungkin membantu dibebaskannya Alan segera, dalam keadaan sehat supaya dia bisa pulang ke keluarga dan teman-temannya.”

Alan Johnston sudah tiga tahun berada di Gaza. Belakangan ia adalah wartawan barat terakhir yang masih bertahan dalam kekacauan yang melanda wilayah itu. Sebenarnya, waktu itu pun ia sedang bersiap pulang ke Inggris. Mark Thompson,

“Ketika Alan diculik, masa tugasnya di Gaza menjelang tuntas. Masa dimana ia melihat situasi di Gaza memburuk dan semakin sulitnya wartawan bekerja secara aman. Oleh karena itu, ia begitu senang karena akan kembali ke London kembali ke pekerjaannya di tim warta berita BBC.“

Kini Alan Johnston sudah lebih lama disandera daripada jurnalis-jurnalis lain. Biasanya jurnalis maupun pekerja organisasi bantuan yang ditahan dibebaskan dalam beberapa hari saja.

Penculikan pun biasanya terkait dengan konflik internal berbagai kelompok di Palestina. Tahun lalu dua orang reporter televisi Amerika Serikat, Fox, disandera selama 2 bulan dan mengalami penganiyayaan. Desas desus yang berkisar menceritakan bahwa Johnston disandera sebuah keluarga berpengaruh yang memiliki jaringan luas di utara jalur Gaza. Menurut desas desus, keluarga ini menuntut tebusan besar.

Thompson menegaskan bahwa penculikan Alan Johnston menyebabkan berkurangnya penyiaran laporan dari jalur Gaza. Ia mengatakan, intimidasi terhadap wartawan seperti ini tidak berguna bagi siapa-siapa. Mark Thompson mengatakan,

„Ini amat penting untuk dipahami. Bahwa setiap jurnalis perlu bisa bebas bekerja, tanpa rasa tahu dan tanpa harus menghadapi intimidasi. Penculikan seperti ini justru tidak mendukung rakyat di jalur Gaza”

Organisasi wartawan asing di Israel kini mengeluarkan peringatan agar wartawannya menghindari jalur Gaza. Pasalnya, ada indikasi bahwa masih banyak rencana penculikan wartawan Barat di Gaza.
Iklan