Warga Muslim di Jerman Merayakan Idul Fitri | Sosial | DW | 24.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Warga Muslim di Jerman Merayakan Idul Fitri

Komunitas Muslim di Jerman sangat beragam sesuai dengan negara asal mereka masing-masing.

default

Bayram, Pesta Gula, Eid atau Saum adalah nama lain dari Idul Fitri yang dirayakan oleh sekitar 1,5 milyar umat Muslim di dunia. Di Afghanistan dan Marokko perayaan Lebaran disebut pula Eid. Sedangkan warga Turki dan Eropa Tenggara menyebutnya sebagai Bayram atau Bajram. Di negara-negara Arab berakhirnya bulan Ramadhan ini disebut Saum. Karena umumnya orang berbuka puasa dengan penganan manis, maka Idul Fitri sering pula disebut sebagai "pesta gula". Sebagian umat Muslim sudah merayakan Idul Fitri hari Senin (23/10) kemarin, dan selebihnya merayakannya hari Selasa (24/10) ini. Begitu pula di Jerman.

Hysein telah berpuasa selama 30 hari. Pemuda berusia 25 tahun itu lahir di Jerman tetapi orangtuanya berasal dari Turki. Sejak dulu keluarganya terus memelihara tradisi keagamaan, termasuk berpuasa di bulan Ramadhan.

Bagi warga muslim yang hidup dan bekerja di Jerman, agak sulit untuk mengunjungi semua saudara dan menaati semua ritual dan tradisi pada akhir bulan Ramadhan ini. Banyak jemaah Islam di Jerman menyelenggarakan perayaan sehubungan dengan berakhirnya bulan puasa, sebagai ajang pertemuan bagi umat yang ingin bersilaturahmi. Boleh dikatakan ini mirip dengan hari Natal di kalangan Kristen. Demikian dikemukakan Selim Eliziot, anggota dewan pimpinan organisasi Masjid di kota Bonn.

Bagi anak-anak berakhirnya bulan Ramadhan ini juga sering disebut sebagai "pesta gula". Jihan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, yang juga dilahirkan di Jerman, kemarin diijinkan oleh orangtuanya untuk tidak ke sekolah: "Ini 'kan hari "pesta gula", jadi kami memperoleh banyak makanan yang manis. Kami memakai baju baru dan semuanya serba menyenangkan."