Warga Cina Diselundupkan ke AS di Dalam Mesin Cuci | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 12.12.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Perdagangan Manusia

Warga Cina Diselundupkan ke AS di Dalam Mesin Cuci

Imigran ilegal asal Cina dipaksa masuk ke dalam mesin cuci untuk diselundupkan ke Amerika Serikat. Peristiwa itu memperpanjang daftar dosa sindikat penyelundupan manusia yang mulai dibidik pemerintah di berbagai negara.

Setidaknya 11 warga Cina ditemukan bersembunyi di berbagai produk furnitur dan mesin cuci saat hendak diselundupkan ke Amerika Serikat. Mereka tiba dari Meksiko dan ditangkap di perbatasan San Ysidro di kota San Diego. Para petugas dikabarkan harus bersusah payah untuk mengeluarkan sebelas imigran gelap itu dari tempat persembunyiannya.

"Kami ingin mengingatkan terhadap bahaya penyelundupan manusia. Mereka adalah manusia yang diperlakukan dengan cara-cara tidak manusiawi oleh pelaku. Ini bisa berakhir mematikan," kata Direktur Dinas Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai di San Diego, Pete Flores, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Baca juga: Vietnam Tangkap 8 Orang Terkait Penemuan Puluhan Mayat dalam Truk di Inggris

November silam polisi juga menangkap enam orang warganegara Cina yang bersembunyi di balik dinding palsu di dalam sebuah truk.

Kasus di AS menjadi insiden teranyar penyelundupan manusia lewat jalur darat yang berpotensi menelan korban jiwa.  Pada bulan Oktober sebanyak 39 warga negara Vietnam ditemukan tak bernyawa di Inggris saat diselundupkan di dalam truk pendingin. 

Jenazah para korban yang terdiri atas 31 laki-laki dan delapan perempuan saat ini telah dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing. Sementara itu penyelidikan masih berlangsung usai polisi menangkap sejumlah tersangka pelaku penyelundupan, baik di Inggris atau di Vietnam.

Meski demikian, penyelundupan manusia di Cina atau Vietnam sudah mengakar kuat di masyarakat. Hal itu bisa dilihat antara lain di desa Dien Thinh di Vietnam yang dijuluki desa miliarder lantaran banyak warganya yang bertaruh nasib ke luar negeri. Sebagian dari 39 korban penyelundupan di Inggris juga berasal dari desa ini.

"Semua penduduk desa dan warga dari kampung tetangga berdatangan untuk menghantarkan jenazah," kata Pendeta Nguyen Xuan Dong di Dien Thinh. "Mereka membawa mawar putih yang saya harapkan bisa mengurangi duka keluarga. Kematian keduanya adalah kehilangan yang luar biasa tapi rasa kasih sayang yang saya lihat di sini akan bisa membantu meredakan rasa sakit yang tak terkira."

Baca juga: Warga Vietnam Andalkan Penyelundup Manusia buat Bekerja di Eropa

Saat ini Dinas Keamanan Eropa, Europol, mengaku baru mengakhiri investigasi selama dua tahun untuk mengungkap "jejaring kriminal raksasa yang menggunakan truk untuk menyelundupkan manusia ke Eropa Barat." Brussels mengklaim kepolisian Rumania telah menangkap anggota sindikat hitam yang berhasil menyelundupkan 580 orang lewat kota Timisoara.

Polisi mengatakan sindikat penyelundupan itu beranggotakan 36 orang yang mampu menghasilkan lebih dari dua juta Euro. Mereka terbiasa menyelundupkan orang di dalam truk kontainer, tanpa pasokan air atau oksigen. Tidak sedikit yang kehilangan nyawa akibat perjalanan maut tersebut.

rzn/ap (dari berbagai sumber)

 

Laporan Pilihan