1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

210508 Spenden China

21 Mei 2008

Bencana alam di Cina memicu gelombang untuk menyumbang, dengan beberapa keganjilan.

https://p.dw.com/p/E3q2
Foto: AP

Kesibukan melanda Yayasan Kesejahteraan di Shanghai. Mesin kassa tak semenitpun diam. Seluruh Cina menyumbang untuk membantu korban gempa bumi. Niat menyumbang merambah setiap kelompok usia dan golongan.

Yihong, bocah perempuan 3 tahun, bersama gurunya menyerahkan uang sumbangan yang beberapa hari terakhir dikumpulkan taman kanak-kanaknya.

Yihong mengatakan, "Saya pikir anak-anak di daerah bencana sangat miskin. Saya ingin memberi 1000 Yuan supaya orang tua mereka bisa membeli makanan.“

Rakyat Cina belum pernah menyumbang dalam volume sebesar ini bagi sesama warga yang tengah menderita. Tradisi menyumbang secara terorganisir lewat lembaga, bisa dibilang baru di Cina. Yayasan amal non pemerintah baru boleh beroperasi sejak pertengahan tahun 90-an.

Di Yayasan Kesejahteraan Shanghai saat ini ratusan pegawai bank bekerja tanpa diupah. Mereka membantu menghitung dan mendata uang yang masuk.

Setiap penyumbang menerima sertifikat dari kertas merah, bertuliskan nama dan jumlah sumbangan. Jika diinginkan, dengan membayar ongkos tertentu, sertifikat akan dibingkai berlapis kaca, atau dengan logam dan digravir.

Zhao baru saja menyumbangkan 5000 Yuan. Jumlah itu dua kali lipat rata-rata pendapatan sebulan warga Shanghai.

Zhao mengatakan, "Tak terhitung jumnlah keluarga yang menderita akibat gempa bumi. Menjadi kewajiban saya untuk menolong mereka.“

Sudahkah Anda menyumbang? Tak disangsikan lagi, ini topik pembicaraan nomor satu di Shanghai. Nomor dua, berapa banyak Anda menyumbang?

Sementara ini, semua memperhatikan dengan cermat, siapa yang paling banyak menyumbang. Orang-orang terkenal, kaum pesohor, berada di bawah tekanan untuk memberitahukan kepada publik berapa banyak sumbangan mereka. Lewat internet dan layanan pesan pendek, SMS, beredar desas-desus tentang bintang atlit, popstar dan miliarder yang pelit dalam menyumbang.

Nasionalisme Cina yang gampang terbakar kini dinaikkan tingkatannya, setelah boikot terhadap produk Perancis bulan lalu disebut sikap patriot. Sekarang, jumlah uang sumbangan menjadi ukuran besarnya cinta kepada tanah air.

Kritik pertama sudah terlontar. Perusahaan-perusahaan asing di Cina dianggap terlalu sedikit menyumbang. Penilaian ini ditampik organisasi-organisasi penyalur sumbangan.

Delegasi dari hotel mewah Portman-Ritz baru saja menyerahkan cek bernilai tinggi kepada Yayasan Amal Shanghai. Direktur Umumnya Rainer Burkle menerangkan darimana uang itu berasal.

Ia mengatakan, "Uang ini berasal dari pegawai dan tamu-tamu hotel kami. Ini betul-betul menggembirakan.“

Belum jelas, kapan dan dalam bentuk apa sumbangan akan disalurkan, kata Yuan Cai ketua Yayasan Amal Shanghai. Organisasi-organisasi bantuan Cina masih menunggu petunjuk dari pemerintah Provinsi Sichuan.

Jika semua berjalan baik, cabang yayasan di provinsi Sichuan, yang paling parah terkena gempa, akan punya hak untuk ikut menentukan pemakaian uang sumbangan. Cai sudah memperkirakan alokasinya.

Ia mengatakan, "Bagian terbesar akan digunakan untuk pembangunan kembali. Kita ingin memberi uang untuk membangun gedung sekolah baru, panti jompo, tempat-tempat semacam itu. Hari ini sebuah perusahaan datang dan menyumbangkan 3 juta Yuan. Mereka ingin agar uang itu digunakan untuk pembangunan kembali enam sekolah.“ (rp)