Wabah Campak Telan 63 Korban Jiwa di Papua | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 16.01.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Sosbud

Wabah Campak Telan 63 Korban Jiwa di Papua

Kabupaten Asmat, Papua, telah ditetapkan mengalami KLB (Kejadian Luar Biasa) campak. Sejak Desember 2017 virus campak telah menjangkiti penduduk setempat. Sebanyak 63 jiwa telah meninggal akibat virus menular tersebut.

DARF NICHT MEHR VERWENDET WERDEN: Bildergalerie Impfkampagne gegen Polio Masern in Kabul

Vaksinasi virus campak.

Virus campak telah menyebabkan kematian sebanyak 63 jiwa di Kabupaten Asmat, Papua. Korban yang sebagian besar anak-anak tersebar di seluruh 23 kecamatan di kabupaten tersebut. Jarak kampung dan puskesmas yang berjauhan dan hanya bisa dijangkau dengan transportasi air menjadi kendala utama.

Stefanus Lange, seorang dokter di rumah sakit pemerintah Asmat mengatakan bahwa "kasus pertama kali terdeteksi pada bulan September. Namun, sulitnya akses ke daerah terpencil dan tingginya mobilitas warga desa menghambat upaya pengobatan dan vaksinasi."

Data dari rumah sakit menunjukkan total 568 anak telah terjangkit campak dan 175 diantaranya membutuhkan perawatan intensif.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI akan mengirimkan 39 tim medis pada hari Selasa (16/1). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Biro Komunikasi dan Yanmas, drg. Oscar Primadi, MPH.

"Kemarin sudah kami persiapkan, jadi hari ini mereka sudah siap (berangkat)," tutur Oscar saat konferensi pers di Kementerian Kesehatan RI.

Adapun 39 tim medis itu terdiri dari 11 dokter spesialis, 4 dokter umum, 3 perawat bedah, 2 penata anestesi dan 19 tenaga medis lainnya seperti ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan dan surveillance.

yp/hp (ap, liputan6.com)