VW Kena Denda 1 Miliar Euro Karena Skandal Diesel | dunia | DW | 14.06.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

VW Kena Denda 1 Miliar Euro Karena Skandal Diesel

Kejaksaan kota Braunschweig di Jerman mengenakan denda 1 miliar euro terhadap Perusahaan Vokswagen (VW) karena skandal diesel. VW menyatakan akan membayar denda tersebut.

Raksasa otomotif VW Jerman yang bermarkas di Wolfsburg didenda 1 miliar euro hari Rabu (13/6) oleh kejaksaan di kota Braunschweig.

"Volkswagen menerima (sanksi) ini dan mengakui tanggung jawabnya," kata kejaksaan Braunschweig dalam sebuah pernyataan pers.

Selanjutnya disebutkan, sanksi itu dijatuhkan antara lain untuk pelanggaran "antara tahun 2007 dan 2015, yang mengakibatkan sekitar 10,7 juta kendaraan dijual dengan perangkat lunak pengendali emisi yang dimanipulasi... di AS, Kanada, dan di seluruh dunia."

Symbolbild: Volkswagen (picture-alliance/dpa/M. Schreiber)

Pusat produksi VW di Wolfsburg

VW menyatakan mereka akan membayar denda itu dan akan memperbaiki kesalahannya. Perusahaan itu juga berjanji tidak melakukan kesalahan serupa di masa depan.

Berita tentang skandal emisi di VW dan perusahaan otomotif Jerman lain muncul tahun 2015, ketika para peneliti AS menemukan bahwa jutaan mobil diesel Volkswagen dipasang perangkat lunak yang dimanipulasi agar kendaraan itu lulus ujian standar emisi. Padahal kendaraan-kendaraan tersebut sebenarnya memiliki tingkat polusi yang lebih tinggi daripada yang diizinkan.

Skandal ini menyebabkan VW harus menarik kembali jutaan kendaraan. Hal itu juga merusak reputasi perusahaan. Beberapa direktur VW harus mengundurkan diri karena skandal diesel itu.

Sejak itu, beberapa produsen mobil lain juga ditemukan telah menggunakan perangkat lunak serupa untuk mengecoh uji coba mesin diesel, terutama agar dapat memenuhi standar AS yang sangat ketat untuk emisi oksida nitrogen.

Selain di Jerman, Volkswagen juga masih menghadapi sanksi denda atau investigasi dari 19 negara lain termasuk AS, Kanada, India, Brasil, Cina dan Australia. VW juga menghadapi beberapa gugatan dari konsumen.

hp/vlz (dpa, rtr)

 

Laporan Pilihan