1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Voyager 1: Jejak Manusia di Ruang Antarbintang

13 September 2013

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebuah wahana buatan manusia, Voyager 1, meninggalkan sistem tata surya dan terbang melintasi ruang antarbintang. Informasi itu terungkap usai analisa data terbaru oleh ilmuwan NASA

https://p.dw.com/p/19gyS
Foto: picture-alliance/dpa

Wahana nirawak, "Voyager 1" dipastikan telah meninggalkan sistem tata surya. Kabar tersebut muncul di majalah ilmiah, "Science" yang mengutip peneliti AS, Donald Gurnett dari Universitas Iowa. "Sekarang, setelah kami memiliki data yang lebih akurat. Ini adalah langkah historis manusia di ruang antarbintang," kata ilmuwan NASA, Edward Stone yang juga terlibat dalam proyek Voyager.

Dugaan yang muncul sebelumnya bahwa wahana tersebut sudah memasuki ruang antarbintang, selama ini ditampik oleh NASA. Kelompok Ilmuwan yang terlibat dalam proyek Voyager mengaku butuh waktu untuk menganalisa data-data observasi yang ada.

Menurut NASA, Voyager 1 kemungkinan besar sudah meninggalkan sistem tata surya sejak Agustus 2012. Jumlah partikel surya yang dicatat oleh Voyager pada 25 Agustus 2012 tiba-tiba anjlok sebanyak 1000 kali lipat. Saat yang bersamaan partikel ruang antarbintang meningkat sebanyak 10 persen.

Buat para ilmuwan, data-data tersebut adalah bukti yang solid keberadaan Voyager 1 di ruang antarbintang.

Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977 dan dilengkapi teknologi termutakhir saat itu seperti kamera, sensor, detektor dan sebuah komputer dengan kapasitas penyimpanan sebesar 68 kilobyte. Rencananya Voyager 1 dan saudara kembarnya Voyager 2 yang diluncurkan dua minggu lebih awal, akan mengarungi ruang angkasa selama lima tahun.

Bildergalerie Voyager 1 Raumsonde der NASA
Foto: NASA/Hulton Archive/Getty Images

Kedua wahana nirawak itu terutama ditugaskan mengumpulkan informasi di sekitar planet Jupiter dan Saturnus beserta bulan-bulan yang mengorbit di kedua benda langit tersebut. Ketika misi keduanya selesai, tim peneliti memutuskan melanjutkan perjalanan Voyager 1.

Voyager 1 digerakkan oleh pembangkit termolistrik radioisotop yang mengubah energi termo menjadi listrik. 1979 wahana ini mengitari Jupiter, setahun kemudian ia tiba di Saturnus dan mengirimkan gambar detail ke stasiun bumi. Kedua wahana juga mengirimkan foto planet-planet terluar di sistem tata surya.

Saat ini Voyager 1 melaju dengan kecepatan 60.000 kilometer per jam. Jarak yang terlampau jauh membuat komunikasi antara wahana dengan bumi mengalami keterlambatan selama 17 jam. Sementara Voyager 2 yang terbang lebih lambat saat ini berjarak 15 miliar Kilometer dari bumi.

Voyager 1 diperkirakan masih bisa mengirimkan informasi hingga 2025. Setelahnya wahana ini akan terbang tanpa mesin dan baru akan mengorbit bintang terdekat dalam waktu 38.000 tahun, sebuah bintang lemah dengan nomor katalog AC+79 3888 yang terletak di rasi bintang beruang.

rzn/ek (dpa/ap/rtr)