Vietnam Menjadi Anggota WTO | dunia | DW | 08.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Vietnam Menjadi Anggota WTO

Setelah berunding selama 12 tahun, akhirnya Selasa (7/11), Vietnam diterima sebagai anggota WTO.

World Trade Organization

World Trade Organization

Vietnam diterima sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia WTO yang akan membuka berbagai aset dalam pasar internasional. Perekonomian Vietnam maju paling pesat di kawasan Asia setelah Cina. Para pengamat memprediksi, pertumbuhan perekonomian Vietnam tumbuh 7,8% per tahun.

Sementara pemerintah Vietnam sendiri memperhitungkan investasi asing meningkat pesat hingga 5,5 milyar Euro. Itu berarti 40% lebih banyak dari tahun 2005. Le Dang Doanh Konsultan Ekonomi Pemerintah Vietnam menuturkan: “Untuk Vietnam, hal ini adalah titik balik yang sangat penting. Ini memungkinkan berbagai reformasi memajukan perekonomian. Ini mendorong Vietnam bertambah dinamis sekaligus memajukan negara kami. Saatnya sangat tepat.”

Prinsip “Doi Moi”, meliberalisasi perekonomian, yang diterapkan sejak 20 tahun yang lalu, nampaknya membuahkan hasil. Namun secara politis pemerintah komunis Vietnam tetap bertindak keras, terutama terhadap aktivis hak asasi manusia serta kalangan oposisi pemerintah. Siapa yang berani mengritik pejabat pemerintah atau menuduh telah melakukan korupsi akan langsung dicekal.

Walaupun situasi politiknya demikian, perhatian dan minat investor asing untuk Vietnam cukup besar. Mereka menilai negara itu sebagai macan ekonomi. Nampaknya Vietnam memiliki kondisi yang lebih menarik bagi investor asing. Disamping memiliki tenaga kerja yang cukup banyak, penduduk Vietnam keseluruhannya 84 juta, negara itu dikenal sebagai produsen pakaian dan sepatu. Dengan masuknya Vietnam sebagai anggota WTO, Vietnam memperoleh peluang baru di pasar internasional di bidang-bidang tersebut.

Perkembangan ini membuat seorang wakil direktur pabrik garmen sangat optimis. Ia mengatakan: “Secara umum ini merupakan berita yang baik, dan khususnya untuk industri tekstil. Dengan masuknya Vietnam menjadi anggota WTO, tidak ada rintangan lagi dengan pembagian untung secara prosentase. Kami dapat bersaing sepadan dengan perusahaan lainnya.”

Namun persaingan ketat membawa masalah baru, antara lain di bidang perbankan dan keuangan. Terutama perusahaan yang baru berdiri harus sanggup menghadapi tekanan persaingan. Le Dang Doanh Konsultan Ekonomi Pemerintah Vietnam menuturkan: “Perusahaan Vietnam kebanyakan masih terlalu kecil dan belum berpengalaman dengan pasar internasional, sebab masih relatif baru. Mereka harus memasang strategi baru dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing, terutama sekarang, di mana Vietnam sedang mengintegrasikan diri dengan WTO.”

Keanggotaan tetap Vietnam akan efektif 30 hari setelah pemerintahnya meratifikasi keanggotan.

Iklan