Video Kunjungan Jokowi di Maumere Viral, Kinerja Protokoler jadi Sorotan | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 24.02.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Video Kunjungan Jokowi di Maumere Viral, Kinerja Protokoler jadi Sorotan

Politikus PAN sebut protokoler yang bertugas mengatur kegiatan Presiden Jokowi di Maumere harus bertanggung jawab. Sementara dr Tirta sebut kejadian ini jadi refleksi agar tim protokoler istana lebih berhati-hati.

Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandaara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (23/2).

Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandaara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (23/2).

Video yang menunjukkan kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar di media sosial. Pihak Istana Kepresidenan memberikan penjelasan mengenai peristiwa tersebut.

Dalam video yang beredar, sejumlah warga tampak berkerumun mendekat ke arah mobil Presiden Jokowi. Mereka tampak ingin mengabadikan kedatangan Jokowi di NTT.

Dari atas mobil, Jokowi juga sempat menyapa warga dengan melambaikan tangan. Jokowi juga terlihat mengingatkan warga untuk menggunakan masker. Selain itu, Jokowi membagikan suvenir ke warga yang berkerumun.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, membenarkan peristiwa itu terjadi di Maumere. Bey menjelaskan masyarakat saat itu warga sudah menunggu rombongan Presiden Jokowi di pinggir jalan.

"Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete. Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan, saat rangkaian melambat masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Bey mengatakan masyarakat Maumere spontan menyambut kedatangan Jokowi. Jokowi pun, kata Bey, menyapa masyarakat dari atap mobil.

"Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker. Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya," ujar Bey.

Mengenai suvenir yang diberikan kepada warga, Bey menjelaskan hal itu sebagai bentuk respons spontan Jokowi. Suvenir itu juga berisi masker hingga kaus.

"Itu spontanitas presiden untuk menghargai antusiasme masyarakat, suvenirnya itu buku, kaus, dan masker. Tapi poinnya, presiden tetap mengingatkan warga tetap taati protokol kesehatan," ujar Bey.

Kinerja protokol dikritik

PAN menyayangkan timbulnya kerumunan warga saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). PAN menegaskan protokol yang mengatur kegiatan Presiden Jokowi di Maumere harus bertanggung jawab.

"Saya menyayangkan terjadinya kerumunan warga saat Presiden Jokowi berkunjung ke Maumere. Dari foto dan video yang beredar, kelihatan bahwa warga masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan. Ini tentu sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga Presiden," kata Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Saleh menuturkan, dalam setiap kegiatan Presiden, ada protokol yang mengatur. Menurut anggota Komisi IX DPR itu, protokol semestinya sudah mengantisipasi potensi kerumunan saat Jokowi tiba.

"Dalam konteks ini, protokol yang mengatur kegiatan tersebut harus bertanggung jawab. Sebab, kegiatan Presiden di sana tentu sudah diatur sebelumnya. Protokol lah yang mengatur seluruh kegiatan dan perjalanan Presiden selama di sana," terang Saleh.

"Presiden tentu tidak bisa menghindari kerumunan warga yang mendekat. Presiden itu kan banyak yang mengidolakan, wajar mereka antusias dan ingin mendekat, selfie, salaman, dan lain-lain. Nah, semestinya itu sudah diantisipasi sebelumnya oleh protokol yang ada," imbuhnya.

Lebih jauh, Saleh meminta pihak Istana mengevaluasi kinerja protokol yang mengatur kegiatan Jokowi di Maumere. Evaluasi penting dilakukan demi mencegah peristiwa serupa terulang.

"Ini kan sudah terjadi. Pihak Istana harus mengevaluasi hal ini. Harus dipastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang," sebutnya.

Relawan COVID-19 bela Jokowi

Relawan COVID-19 dr Tirta Mandira Hudhi membela Presiden Jokowi terkait kerumunan ini.

Dalam unggahan Instagram resminya yang dibagikan kepada wartawan, Rabu (24/2/2021), dr Tirta mengungkit pertanyaan Atta Halilintar kepadanya saat itu soal banyaknya orang yang mengajak berfoto ketika bepergian. Atta, kata dr Tirta, saat itu bertanya apakah kerumunan warga itu salahnya atau bukan.

"Apa yang ditanyakan Atta Halilintar ini persis dialami Pak Jokowi di NTT," kata dr Tirta.

Dokter Titra menegaskan kerumunan di NTT itu bukan salah Presiden Jokowi. dr Tirta menyebut Jokowi sama sekali tidak mengundang masyarakat berkerumun.

"Pak Jokowi tidak sama sekali mengajak berkumpul, apalagi bikin promo, bikin undangan, bikin tiket, apalah. Semua pure antusias yang ramai-ramai datang menyambut presiden, ini tugas protokoler mengatur keramaian. Dan emang kalah jumlah," ucap dr Tirta.

"Pada salah satu video, sedan Pak Jokowi sampai dikejar warga yang ingin menyapa. Tampak protokoler sampai kewalahan," imbuh dia.

Berdasarkan video yang ditontonnya, dr Tirta menyebut Jokowi sudah berusaha menenangkan dan mengingatkan soal protokol kesehatan kepada warga yang tetap mengerubungi mobil presiden. Dia juga membela aksi Jokowi menyapa warga dari atap mobil.

"Enggak mungkin mobil terus melaju kan? Satu-satunya cara agar bubar, ya, mau enggak mau Pakde keluar dari atap, dan menyapa dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing," sebut dr Tirta.

dr Tirta memberi pesan kepada protokoler Presiden Jokowi. Dia berharap protokoler Istana bisa berbenah dari kejadian kerumunan di NTT ini.

"Ini menjadi refleksi agar tim protokoler lebih berhati-hati mengatur agenda dan alur massa di lapangan ketika kegiatan Pak Jokowi. Atas kejadian ini, pihak Biro Pers Istana juga sudah klarifikasi. Semoga ke depannya istana lebih selektif jika agenda Pak Presiden di lapangan, karena antusiasme warga yang sangat besar," jelas dr Tirta. (Ed: gtp/pkp)

Baca artikel selengkapnya di: DetikNews

Istana Jelaskan Kerumunan Warga Saat Jokowi Kunjungi Maumere

PAN Kritik Protokoler soal Kerumunan di Maumere: Presiden Kan Idola

dr Tirta Bela Jokowi soal Kerumunan di Maumere NTT

Laporan Pilihan