Upaya Bayern Redam Sebaran Wabah Corona di Perusahaan Jasa Boga | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 02.07.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Upaya Bayern Redam Sebaran Wabah Corona di Perusahaan Jasa Boga

Negara bagian Bayern berpacu lawan waktu menahan sebaran baru wabah COVID-19 di perusahaan katering. Tes sedang dilakukan di antara penghuni akomodasi untuk pengungsi, yang jadi tempat tinggal banyak karyawan.

Perusahaan jasa boga Apetito di Bayern, Jerman (picture-alliance/dpa/M. Balk)

Perusahaan jasa boga Apetito di Bayern, Jerman

Para pejabat otoritas kesehatan di negara bagian Bayern di selatan Jerman mengatakan terdapat 45 kasus COVID-19 yang telah diidentifikasi pada Selasa (30/06) malam. Kasus ini ditemukan di antara karyawan sebuah perusahaan katering di kota Gilching.

Pengujian lebih lanjut bagi orang-orang yang tinggal di tempat yang sama dengan para pekerja perusahaan tersebut kini tengah berlangsung. Selain itu, pemerintah juga melacak orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan mereka yang terinfeksi.

Di antara fasilitas rumah pengungsi yang terdampak salah satunya berada di dekat Hechendorf, tempat tinggal 10 karyawan yang dites positif. Daerah itu kini telah ditutup dan penduduknya dikarantina selama 14 hari.

"Yang penting sekarang adalah memutus rantai infeksi," ujar juru bicara pemerintah kota Starnberg kepada surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung.

Infeksi baru tersebut ditemukan setelah salah satu penghuni rumah di Hechendorf, mengunjungi dokter karena menderita gejala infeksi ringan.

Belum perlu ada lockdown

Para pejabat kota setempat mengatakan sejauh ini belum ada rencana untuk memberlakukan kebijakan penguncian atau lockdown untuk wilayah yang lebih luas.

"Saat ini kita masih jauh dari kondisi itu," ujar kepala otoritas distrik Stefan Frey. Ia menambahkan bahwa penguncian di area yang luas hanya akan berlaku apabila rantai penyebaran wabah tidak dapat lagi dilacak secara khusus.

"Saat ini keadaannya tidak seperti itu," kata Frey, menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasikan rantai infeksi untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2.

"Agar tetap bisa seperti itu, kami akan melakukan segala yang mungkin dan bertindak dengan tegas dan konsisten," ujar Frey.

Pasok makanan untuk rumah sakit

Sementara itu, perusahaan jasa boga Apetito mengatakan sedang menyelidiki penyebab wabah tersebut.

"Sejauh yang kami tahu, semua karyawan di perusahaan telah menjalani praktik kebersihan dan jarak sosial, serta mengenakan penutup mulut dan hidung."

Pabrik katering di Gilching ini memasok makanan bagi rumah sakit Universitas Ludwig-Maximilians-University di München dengan memproduksi lebih dari 6.000 porsi makanan per hari untuk para staf dan pasien rumah sakit.

Pejabat dari Lembaga Penilaian Risiko Federal Jerman mengatakan bahwa penularan virus melalui makanan siap santap sangat tidak mungkin.

Kasus COVID-19 pertama Jerman didiagnosis di Starnberg pada bulan Februari setelah seorang karyawan dari Cina di perusahaan onderdil mobil menularkan virus itu kepada seorang rekan kerjanya. Ed.: ae/pkp