Upacara 5 tahun serangan Teror di New York | Fokus | DW | 11.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Upacara 5 tahun serangan Teror di New York

Presiden AS George W. Bush dan pemuka dari berbagai agama mengenang sekitar 3000 korban yang tewas dalam serangan pesawat terbang September 2001.

Ground Zero New York

Ground Zero New York

Pada tanggal 11 September aksi unjuk rasa tidak diinginkan, tidak di "Ground Zero“. Oleh karena itu aksi protes saat Presiden AS George W. Bush mengunjungi Lower Manhattan di New York, tidaklah begitu menyita perhatian. Bush dan isterinya datang ke sana untuk meletakkan dua karangan bunga ke monumen peringatan korban 11 September 200, yang dibangun di tengah-tengah fondasi puing bangunan menara kembar.

Seorang pendeta gereja ortodoks, seorang pastor Katolik, seorang rabi Yahudi dan sejumlah pendeta mewakili berbagai gereja serta seorang imam Islam berkhotbah dan berdoa dalam kebaktian utama untuk memperingati lima tahun kejadian tersebut dan mencoba untuk menerangkan hal yang sulit dimengerti. Kebaktian dilaksanakan di St. Paulus, gereja kecil di pinggir Ground Zero yang menjadi terkenal karena seperti sebuah keajaiban nyaris utuh, tidak terkena serangan 11 September. Di antara yang hadir terlihat Presiden Bush dan isteri, serta Hillary Clinton.

Imam yang mewakili agama Islam dalam khotbahnya mengatakan, tidak ada justifikasi bagi teroris yang membunuh. Mereka tidak hanya mencemari nama mereka sendiri, tetapi juga semua agama. Mereka bukanlah wakil dari sebuah agama dan sama sekali tidak mewakili Islam.

George W. Bush tidak berbicara, tidak di Ground Zero dan juga tidak selama kebaktian. Sebelum upacara peringatan, presiden sarapan pagi dengan keluarga korban serangan 11 September dan mengunjungi kantor pemadam kebakaran yang paling menderita akibat serangan. Hari Senin (11/09) jam 8.46 pagi waktu setempat, yakni tepat di saat pesawat terbang pertama menghantam bangunan utara, Bush mengheningkan cipta di kantor pemadam kebakaran tersebut dan tidak pada upacara peringatan resmi di puing World Trade Centre.

Upacara itu sudah merupakan tradisi 11 September yang menyedihkan. Kali ini pasangan para korban membacakan 2.749 nama korban yang tewas di New York dan dihentikan sejenak dengan mengheningkan cipta pada pukul 9.03 waktu setempat, yaitu tepat ketika pesawat kedua menabrak bangunan selatan dan pada pukul 9.59 saat bangunan pertama runtuh, serta pukul 10.29 ketika bangunan utara hancur.

Upacara di lokasi yang bagi banyak orang merupakan sebuah kuburan ini, tampaknya adalah yang terakhir. Karena proyek monumen peringatan yang terdiri dari dua kolam besar di atas fondasi World Trade Center, akan dimulai. Monumen ini direncanakan selesai dan diresmikan tahun 2009.

Setelah mengheningkan cipta di New York, Presiden Bush berangkat ke Shanksville, lokasi jatuhnya pesawat nomor 93 dan kemudian menuju Pentagon, ke lokasi serangan 11 September.