Unpol Sudah Tangkap 1147 orang Selama Krisis Di Timor Leste | Fokus | DW | 15.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Unpol Sudah Tangkap 1147 orang Selama Krisis Di Timor Leste

Pasca bentrokan pekan lalu, beberapa wilayah di Timor Leste masih dianggap rawan. Sementara lebih dari 1000 orang telah ditahan kepolisian, selama krisis yang terjadi tahun ini.

Kerusuhan di Dili, Timor Leste

Kerusuhan di Dili, Timor Leste

Beberapa daerah di Timor Leste masih dianggap rawan pasca bentrokan pekan lalu. Comoro, Kampung Baru, Bebonuk Tasi Tolu dan Dom Bosco – Dili, masih diwarnai perkelahian, pelemparan dan pemblokiran jalan antar kelompok.

Namun secara umum tingkat kerawanan menurun. Kepala Polisi Pasukan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Timor Leste Rodolfo Tor mengatakan bahwa selama krisis setahun ini kepolisian telah menahan ribuan orang yang dianggap terlibat dalam bentrokan.

Tor: “Sejak awal krisis tersebut, kami telah menahan 1.147. Penahan tersebut mulai dari bulan Agustus berjumlah 486, sementara 56 ditahan pada bulan Desember.”

Rodolfo Tor menambahkan total personil polisi PBB yang saat ini menjalankan tugasnya di Timor Leste sebanyak 750 orang. 110 orang bertugas di Dili dan lainnya beroperasi di distrik. Sementara kepolisian Timor Leste yang masih aktif di 12 distrik 2000 personil. Dengan tugas yang dijalankannya tersebut kepolisian mengidentifikasi beberapa insiden yang terjadi di Timor Leste.

Tor: “Dari total insiden 74 persen perkelahian dengan jumlah 185 insiden, dan 36 persen pelemparan batu. Rencana ke depan kami akan implementasikan penambahan kemampuan polisi di kota.”

Dengan masih maraknya insiden, pasukan keamanan PBB akan menambah kegiatan patroli dengan jalan kaki pada malam dan siang hari juga mengadakan pemeriksaan identitas pada daerah-daerah yang masih rawan. Lebih dari seratus polisi anti hura-hara Timor Leste, pekan ini diterjunkan untuk mengakhiri konflik antar kelompok. Peningkatan keamanan ini juga dilakukan dalam rangka pengamanan menjelang perayaan Natal 2006 dan Tahun Baru 2007.

Penerjemah untuk pasukan keamanan PBB Antonio Martins tewas, saat terjebak dalam bentrokan antar gang pekan lalu di Dili. Situasi keamanan di Timor Timur tak menentu pasca kerusuhan April silam.