Unit Pertahanan Udara Jerman Ditempatkan di Bawah Komando Belanda | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 05.04.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Unit Pertahanan Udara Jerman Ditempatkan di Bawah Komando Belanda

Jerman dan Belanda mengambil langkah konkret dalam kerjasama militer untuk membangun sinergi. Pertahanan udara jarak dekat kedua negara kini ditempatkan di bawah komando Belanda.

Militer Jerman Bundeswehr mulai hari Rabu (4/4) menempatkan unit pertahanan udara jarak dekatnya di bawah komando militer Belanda. Inilah langkah lanjutan untuk memperluas kerjasama militer yang unik antara kedua negara anggota  NATO.

450 tentara Bundeswehr akan tetap bertugas di pangkalan pertahanan udara di negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman Utara. Tetapi mereka sekarang  berada di bawah komando militer Belanda. Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen memuji kerja sama militer kedua negara.

"Kami berbagi nilai-nilai dan kepentingan bersama, kami percaya pada masa depan Eropa kami dan merupakan mitra yang kuat dalam aliansi trans-Atlantik," kata Ursula von der Leyen seraya menambahkan: "Kami ingin memanfaatkan sinergi untuk meningkatkan kemampuan kami dan membangun (kapasitas) yang baru."

Upaya penggabungan koordinasi militer kedua negara sudah dirintis sejak lama dimulai tahun 1995. Pada tahun 2014, Belanda menempatkan 2.000 pasukan terjun payung di bawah komando divisi militer Jerman. Pada tahun 2016, kedua negara juga menyatukan satuan lapis baja mereka.

Memperluas kerja sama koordinasi militer Uni Eropa

Jerman dan anggota Uni Eropa lainnya ingin dengan cepat memperluas kerja sama militernya. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas pertahanan bersama dan mengumpulkan sumber daya di tengah situasi dunia yang berubah, mundurnya  komitmen AS dan ambisi militer Rusia di Eropa Timur.

Brigadir Jenderal Michael Gschossmann, komandan unit basis darat Angkatan Udara Jerman mengatakan pekan lalu, kerjasama militer bilateral Jerman-Belanda dapat mengarah pada pengembangan sistem persenjataan bersama dan operasi gabungan dari sistem-sistem pertahanan rudal jarak jauh.

Jika kedua negara setuju, pasukan gabungan Belanda-Jerman juga dapat dikerahkan ke luar negeri, kata Gschossmann.

hp/as (dpa, rtr)

 

Laporan Pilihan