Unicef: ″Selamatkan Anak-anak dari Flu Burung!″ | Sosial | DW | 22.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Unicef: "Selamatkan Anak-anak dari Flu Burung!"

40 persen dari 74 korban kasus flu burung di Indonesia adalah anak-anak.

Tamiflu

Tamiflu

Karena tingginya jumlah korban anak-anak, lembaga dunia bidang perlindungan anak Unicef meminta Indonesia lebih serius menangani ancaman virus flu burung. Unicef mendesak Indonesia lebih memprioritaskan perlindungan terhadap anak-anak dari penyebaran virus flu burung. Tercatat hingga saat ini dari 74 kasus flu burung di Indonesia, 57 orang telah meninggal. Dari 74 kasus tersebut, 40 persen korbannya anak-anak.

Juru bicara Unicef Suzanna Anderson dalam keteranganya di Sanur Bali mengungkapkan, Indonesia harus lebih serius menangani penyebaran virus flu burung terutama pada anak-anak, kendati memerlukan waktu yang panjang dalam menangani kasus flu burung.

“Indonesia sebenarnya bisa menjadi contoh untuk dunia kalau kita benar melakukannya, tapi tiap orang harus bertanggungjawab di Indonesia. Ya dulu orang punya ayam, pelihara ayam kampung segala macam jaman dulu ini benar gak ada masalah ya memang sekarang karena ada virus ini kita harus berubah cara memelihara ayam dan untuk kesehatan cuci tangan.”

Suzanna mengakui, Unicef hingga saat ini telah memberikan bantuan kepada Indonesia sebesar 3 juta Dolar Amerika melalui berbagai program penanganan flu burung, baik lewat penyebaran informasi hingga pelatihan kepada peternak di Indonesia. Saat ini Unicef juga sedang melakukan penggalangan dana kembali dari berbagai negara di dunia untuk membantu Indonesia memberantas penyebaran flu burung. Sedangkan Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Departemen Kesehatah Nyoman Kandun mengatakan tingginya jumlah korban flu burung di Indonesia akibat keterlambatan pemberian pertolongan terhadap korban.

“Umumnya kenapa dia meninggal karena hampir setelah lima atau enam hari setelah sakit baru dibawa ke rumah sakit. Sehingga terlambat, obat Oskartamivir yang nama dagang Tamiflu itu hanya dapat diberikan ketika 45 jam pertama, umumnya dia datang setelah 5 sampai 6 hari.”

Kandun menambahkan, secara keseluruhan pemerintah Indonesia telah menyiapkan sekitar 7,5 juta kapsul Tamiflu. Sekitar 500 ribu kapsul diantaranya telah terpakai. Khusus masalah dana penanganan flu burung, Indonesia mempersiapkan dana 45 juta Dolar Amerika. Sedangkan Departemen Kesehatan sendiri telah menyiapkan dana 300 milyar Rupiah khusus untuk tahun 2007.

  • Tanggal 22.11.2006
  • Penulis Muliarta
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVw
  • Tanggal 22.11.2006
  • Penulis Muliarta
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVw