Uni Eropa Tekankan Pembangunan Perekonomian di Afghanistan | dunia | DW | 30.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa Tekankan Pembangunan Perekonomian di Afghanistan

Situasi keamanan Afghanistan yang semakin memburuk menjadi fokus utama Uni Eropa

Menlu Afghanistan Rangin Nadfar dalam konferensi pers, Senin (29/01) kemarin

Menlu Afghanistan Rangin Nadfar dalam konferensi pers, Senin (29/01) kemarin

Situasi keamanan Afghanistan hingga tahun lalu semakin buruk, demikian disimpulkan perwakilan Uni Eropa dan pemerintah Afghanistan. Menurut Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier, meskipun demikian, proses pembangunan kembali tidak boleh dilupakan. Steinmeier juga mengemukakan harapannya:

"Kami harus lebih menekankan pembicaraan mengenai pendidikan intra sekolah, penyediaan air bersih dan pelayanan kesehatan, yang sebelumnya sangat jarang dibicarakan dibanding situasi keamanan.“

Perwakilan Uni Eropa berusaha supaya situasi di Afghanistan tidak selalu digambarkan buruk. Tapi kemajuan yang menonjol hanya terjadi di bidang pendidikan. Banyak tujuan lain yang tidak tercapai sejak lima tahun setelah tumbangnya rezim Taliban. Bagi Komisaris Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Benita Ferrero Waldner, pembangunan di bidang kehakiman merupakan agenda mendesak. Ferrero Waldner mengatakan:

"Masih terdapat korupsi yang harus ditumpas. Dan itu dapat dilaksanakan dengan adanya kementerian kehakiman yang baik, kejaksaan agung yang benar-benar berfungsi, hakim yang benar-benar bekerja untuk masa depan, kesemuanya sebenarnya merupakan hal wajar di Eropa. Untuk itu kami mengirim para pakar dan terus bekerja.“

Sejak 2001, Uni Eropa menyokong pembangunan kembali Afghanistan dengan dana satu miliar Euro. Dalam empat tahun mendatang, Uni Eropa akan memberikan 600 juta Euro. Namun masalah utama Afghanistan belum terpecahkan. Selain perdagangan obat bius yang terus menjamur, Taliban yang masih bersembunyi di kawasan selatan dan timur Afghanistan terus melakukan serangan. Sejak lima tahun terakhir, perang antara Taliban dengan pasukan gabungan Amerika Serikat dan tentara keamanan internasional ISAF masih berkecamuk.

Menteri Luar Negeri Afganistan Rangin Spanta menyatakan: "Afghanistan siap sedia mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam perang melawan teror. Untuk itu kami memerlukan dukungan dalam membangun militer dan kepolisian.“

Amerika Serikat sangat ingin memberikan bantuan keuangan kepada Afghanistan untuk membangun kekuatan militer dan keamanan. Sedangkan Uni Eropa lebih menekankan pembangunan di bidang perekonomian. Bagi Menteri Luar Negeri Jerman Steinmeier itu berarti: "Komitmen membangun kembali masyarakat sipil tidak boleh dipermainkan oleh tuntutan terhadap keamanan.“

Neraca pembangunan kembali Afghanistan lebih lanjut akan dibicarakan dalam konferensi internasional antara perwakilan pemerintah Afghanistan di Berlin, PBB, dan negara donor. Konferensinya diselenggarakan di Berlin hari Selasa (30/01) ini dan Rabu (31/01) besok.

Iklan