Uni Eropa Siapkan Strategi Baru Perangi HIV/Aids | Sosial | DW | 15.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Uni Eropa Siapkan Strategi Baru Perangi HIV/Aids

Sedikitnya 27 poin kesepakatan berhasil dirangkum dalam deklarasi terbaru perang melawan Aids di Eropa.

Suasana konfrensi Anti-Aids di Bremen, Jerman

Suasana konfrensi Anti-Aids di Bremen, Jerman

Untuk ketiga kalinya menteri-menteri kesehatan Uni Eropa disibukkan dengan persoalan semakin tingginya laju penyebaran penyakit Aids terutama di kawasan Eropa Timur.

Memang sudah saatnya untuk merevisi strategi perang melawan Aids dan menerapkannya secara lebih efisien. Begitu semangat yang tertuang di dalam deklarasi tersebut. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi landasan bagi kerjasama yang lebih erat di antara negara-negara Uni Eropa.

"Keragaman ide dan kebersamaan antara negara-negara peserta konfrensi membuat saya yakin, bahwa Bremen di samping Dublin dan Vilnius akan menjadi tonggak terpenting, dan juga sinyal kepada seluruh pemimpin akan adanya langkah preventif untuk kemaslahatan umum." Begitu tandas Menteri Kesehatan Jerman Ulla Schmidt di sela-sela konfrensi.

Tidak hanya menteri saja yang diundang, ratusan tenaga ahli dari berbagai negara di Eropa juga mengikuti konfrensi anti Aids tersebut. Pasalnya laju penyebaran penyakit Aids semakin menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Di Eropa Timur saja, jumlah korban yang terinfeksi Aids saat ini berkisar 7 persen dari total jumlah penduduk. Tak heran, jika Kanselir Jerman Angela Merkel berjanji memasukkan tema tersebut ke dalam agenda utama pembahasan di Dewan Eropa dan pertemuan puncak negara-negara industri maju G8 musim panas nanti.

Selain merumuskan deklarasi, para menteri kesehatan Uni Eropa juga melakukan pembicaraan dengan perwakilan industri farmasi di sela-sela konfrensi. Untuk pertama kalinya, begitu ujar Menkes Jerman Ulla Schmidt, perusahaan obat-obatan bersedia bekerjasama dengan Uni Eropa dalam memberantas penyebaran penyakit Aids.

"Agar supaya semua orang di Uni Eropa bisa mendapat akses penyembuhan dan obat-obatan dengan harga terjangkau. Saya katakan, apa yang kita raih hari ini cuma langkah pertama saja. Dan bukan satu-satunya solusi."

Kementrian Kesehatan Uni Eropa diharapkan dapat menetapkan harga obat-obatan tersebut paling lambat bulan depan. Menurut Schmidt lagi, harga obat yang terjangkau tidak hanya diterapkan untuk obat-obatan lama, tapi juga obat-obatan baru. Bekas guru rehabilitasi penyadang cacat itu juga yakin, deklarasi Bremen tidak cuma ditulis di atas kertas saja, tapi juga akan memberikan dinamika baru dalam perang melawan Aids.

"Kalau anda berpikir deklarasi ini bisa dijadikan tolak ukur bagi LSM-LSM di beberapa negara untuk bisa melakukan sesuatu, maka anda pun seharusnya tahu, bahwa setiap deklarasi, walaupun cuma berupa secarik kertas, bisa menjadi dorongan bagi setiap LSM yang aktif memerangi penyebaran Aids."

Schmidt juga menambahkan, Aids bukan lagi tema yang tabu dibicarakan. Kini hampir seluruh kepala negara menyadari, bahwa satu-satunya peluang bagi Eropa adalah dengan saling membagi hasil penemuan dan tidak lagi mengulur-ulur waktu dalam memerangi Aids. Dalam lingkup yang lebih luas, tema perang melawan Aids juga akan dibahas di puncak pertemuan negara-negara industri maju G8 musim panas mendatang.