1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Uni Eropa Sepakati Target Ambisius Netral Karbon

22 April 2021

Perwakilan Uni Eropa setuju untuk mengurangi emisi karbon 55% hingga tahun 2030 dibandingkan dengan level tahun 1990. Namun demikian, sejumlah anggota menilai angka tersebut masih di bawah target awal.

https://p.dw.com/p/3sLvZ
Protes Fridays for Future di Berlin, Jerman, menuntut perlindungan iklim
Protes Fridays for Future di Berlin, Jerman, menuntut perlindungan iklimFoto: Kay Nietfeld/dpa/picture alliance

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada hari Rabu (21/04) mengatakan, Uni Eropa menargetkan untuk menjadi netral karbon pada tahun 2050. Saat ini Eropa telah membuat kesepakatan hukum untuk mencapai target tersebut.

Kesepakatan sementara yang masih perlu disetujui oleh Parlemen Eropa dan negara-negara anggotanya ini juga menyepakati pengurangan emisi karbon secara signifikan hingga tahun 2030.

"Undang-Undang Iklim menetapkan Uni Eropa pada jalur hijau untuk satu generasi," tambah von der Leyen. "Itu adalah janji mengikat kami untuk anak-anak dan cucu-cucu kita."

Pengumuman ini muncul sebagai hasil dari sekitar 15 jam pembicaraan di antara perwakilan negara anggota UE. Para negosiator berlomba untuk mencapai kesepakatan sebelum dihelatnya KTT Perubahan Iklim pimpinan Presiden AS Joe Biden pada hari Kamis (22/04) ini.

Seberapa besar penurunan emisi Uni Eropa?

Di bawah undang-undang lama, tujuan UE adalah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 40% dibandingkan dengan tingkat tahun 1990 pada akhir dekade ini. Sementara kesepakatan baru menempatkan target pada 55%.

Namun, angka tersebut masih di bawah target sebelumnya yakni 60% yang semula diharapkan Parlemen Eropa untuk dimasukkan ke dalam RUU tersebut.

Beberapa anggota parlemen mengisyaratkan kekecewaan mereka terhadap kesepakatan tersebut. Sementara beberapa anggota parlemen lainnya menunjukkan, penurunan emisi sebenarnya bisa menjadi lebih rendah dari 55% karena perubahan dalam cara penghitungan. Para negosiator telah berselisih tentang apakah akan mempertimbangkan karbon dioksida yang diserap oleh hutan dan tumbuhan sebagai bagian dari pengurangan emisi nasional.

Anggota Parlemen Uni Eropa Sven Giegold mengatakan, target penurunan emisi telah dikurangi dengan cara "trik komputasi". Senada dengan Giegold, anggota parlemen Michael Bloss menyebutkan, Uni Eropa telah kehilangan peran perintisnya dalam perlindungan iklim.

"Kesepakatan iklim Paris hampir tidak akan ditaati, perubahan iklim tidak akan memaafkan kami," kata Bloss.

Bagaimana dengan target AS?

Presiden AS Joe Biden diharapkan juga mengumumkan rencana yang lebih ambisius untuk mengurangi emisi CO2 hingga tahun 2030 dalam KTT Perubahan Iklim pimpinan AS yang akan berlangsung secara virtual ini. Amerika Serikat (AS), mirip dengan UE, menetapakn target mencapai netral karbon pada tahun 2050 dan berharap untuk bisa mengerem kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celcius. Tujuan ambisius tersebut sebelumnya dicanangkan dalam Perjanjian Iklim Paris 2015.

rap/as (dpa, AP)