1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Uni Eropa Perketat Aturan Perjalanan di Zona "Merah Gelap"

22 Januari 2021

Perbatasan internal di Uni Eropa akan tetap terbuka, tetapi aturan melakukan perjalanan diperketat. Pengunjung dari zona "merah gelap" harus melakukan tes COVID-19 sebelumnya, dan setibanya di tujuan melakukan karantina.

https://p.dw.com/p/3oGRi
Ursula von der Leyen dan Charles Michel dalam briefing media di Brussels
Ursula von der Leyen dan Charles Michel dalam briefing media di BrusselsFoto: Thierry Monasse/AA/picture alliance

Varian baru virus corona membuat para pemimpin Uni Eropa khawatir. Dalam konferensi video hari Kamis (21/01) diputuskan langkah pengetatan aturan perjalanan, namun perbatasan internal akan tetap terbuka.

Uni Eropa akan menetapkan kategori baru untuk kawasan kritis, yaitu zona "merah gelap". Pengunjung yang datang dari kawasan ini sebelumnya harus melakukan tes COVID-19 terlebih dulu, dan setibanya di tujuan harus melakukan karantina.

"Zona merah gelap akan menunjukkan bahwa di zona ini virus bersirkulasi pada tingkat yang sangat tinggi," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada briefing media setelah konferensi video antara para pemimpin Uni Eropa.

"Orang yang bepergian dari zona merah gelap dapat diminta untuk melakukan tes sebelum keberangkatan, serta menjalani karantina setelah kedatangan."

Perkembangan kasus Covid-19 per kapita di beberapa negara sampai 20 Januari 2021
Perkembangan kasus Covid-19 per kapita di beberapa negara sampai 20 Januari 2021

Tekan angka infeksi, perjalanan tidak penting 'sangat tidak disarankan'

Ursula von der Leyen mengatakan bahwa dengan meningkatnya infeksi dan munculnya mutasi baru virus corona yang lebih menular, perjalanan yang tidak penting "sangat tidak dianjurkan" di dalam kawasan Uni Eropa. Namun bagi para pekerja lintas batas, lalu lintas akan tetap lancar, demikian juga dengan lalu lintas barang.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga memperingatkan harus ada pembatasan mobilitas warga untuk menekan penyebaran infeksi. Baik Ursula von der Leyen maupun Charles Michel tidak menutup kemungkinan ada pembatasan yang lebih ketat lagi dalam beberapa hari mendatang, jika upaya meredam penyebaran virus gagal.

Tetapi mereka mengatakan, Uni Eropa ingin menghindari terulangnya kekacauan lalu lintas perbatasan seperti yang terjadi pada awal 2020, ketika berbagai negara menetapkan aturan lockdown dan pembatasan tanpa koordinasi.

Kanselir Jerman Angela Merkel
Kanselir Jerman Angela Merkel: Jika situasi memburuk, pengawasan perbatasan mungkin dilakukan lagiFoto: Hannibal Hanschke/REUTERS

Pengangkutan barang harus tetap berfungsi

"Sangat penting untuk menjaga agar pasar tunggal tetap berfungsi," kata Ursula von der Leyen, sehingga pekerja dan pengangkutan barang dapat terus melintasi perbatasan di dalam Uni Eropa.

Uni Eropa adalah "satu zona epidemiologi," tegasnya. "Kita hanya akan bisa meredam virus jika kita memiliki tindakan dengan sasaran yang jelas, dan bukan tindakan yang tidak perlu seperti penutupan perbatasan, yang akan sangat merugikan ekonomi, tetapi tidak terlalu membatasi virus."

Kanselir Jerman Angela Merkel tidak menutup kemungkinan akan adanya pengawasan perbatasan lagi jika situasi terus memburuk. Prancis mengusulkan ada peluasan "pemeriksaan kesehatan" di perbatasan internal Uni Eropa. Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengusulkan penghentian total perjalanan yang tidak penting, seperti pariwisata.

Dalam beberapa pekan terakhir, varian baru virus corona muncul melalui mutasi yang lebih menular daripada patogen sebelumnya, dan memicu angka infeksi naik lagi di berbagai negara.

hp/ha (afp, rtr)