Uni Eropa Blokir Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Australia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 05.03.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Vaksin COVID-19

Uni Eropa Blokir Pengiriman Vaksin AstraZeneca ke Australia

Uni Eropa (UE) dan pemerintah Italia telah melarang ekspor vaksin COVID-19 AstraZeneca yang ditujukan ke Australia, setelah produsen obat itu gagal memberikan dosis yang dijanjikan kepada Eropa.

Vaksin COVID-19

AstraZeneca belum memenuhi kesepakatan penyediaan dosis vaksin COVID-19 seperti yang telah dijanjikan kepada Uni Eropa

Komisi Eropa dan Italia memblokir pengiriman vaksin COVID-19 AstraZeneca tujuan ke Australia setelah perusahaan farmasi tersebut tidak mampu memenuhi kontrak pengadaan vaksin kepada Uni Eropa (UE), kata seorang sumber pada hari Kamis (04/03).

Kejadian ini merupakan yang pertama kalinya bagi UE dalam menerapkan kontrol ekspor, untuk memastikan AstraZeneca menghormati kontrak yang telah disepakati.

Sumber tersebut juga mengatakan AstraZeneca meminta otorisasi dari pemerintah Italia untuk mengekspor sekitar 250 ribu dosis vaksin dari pabrik Anagni, yang berlokasi di dekat Roma. Namun Italia dilaporkan telah menolak permintaan tersebut dan Komisi Eropa mendukung keputusan itu.

Menurut Associated Press, seorang pejabat Uni Eropa, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengkonfirmasi pemblokiran pengiriman vaksin tersebut.

Tindakan keras terhadap perusahaan farmasi

UE meluncurkan sistem kontrol ekspor pada akhir Januari lalu, di tengah kurangnya dosis vaksin pada tahap awal kampanye inokulasi. Mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan produsen obat memenuhi kewajiban kontrak mereka sebelum ekspor komersial disetujui.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi belum lama ini mengatakan kepada sesama pemimpin Uni Eropa bahwa blok tersebut perlu mempercepat vaksinasi dan memberlakukan konsekuensi terhadap perusahaan farmasi yang gagal memenuhi dosis yang dijanjikan.

Kecurigaan atas penjualan vaksin di luar Uni Eropa

UE secara khusus tidak puas dengan AstraZeneca karena mengirimkan dosis vaksin yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang telah disepakati.

Produsen mengurangi pengiriman yang diproyeksikan pada kuartal pertama dari setidaknya 80 juta menjadi 40 juta dosis, dengan alasan kesulitan produksi. Mereka kemudian mengatakan kepada negara-negara UE akan memotong pengiriman sebesar 50% lagi pada kuartal kedua.

Data kasus harian baru COVID-19 di negara-negara Asia tiap satu juta penduduk, per 3 Maret 2021

Data kasus harian baru COVID-19 di negara-negara Asia tiap satu juta penduduk, per 3 Maret 2021

Australia minta Komisi Eropa tinjau pemblokiran vaksin COVID-19

Australia telah meminta Komisi Eropa untuk meninjau keputusan Italia terkait pemblokiran vaksin AstraZeneca dan menekankan bawah insiden ini tidak akan memengaruhi peluncuran program inokulasi.

"Australia telah mengangkat masalah ini dengan Komisi Eropa melalui berbagai saluran dan kami telah meminta Komisi Eropa untuk meninjau keputusan ini," kata Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt.

Hunt mengatakan Australia telah menerima 300 ribu dosis vaksin AstraZeneca, yang diperkirakan akan bertahan sampai produksi vaksin lokal meningkat. Hingga berita ini disiarkan, belum ada komentar langsung dari AstraZeneca.

ha/hp (dpa, Reuters, AP)

Laporan Pilihan