UNHCR Resahkan Kondisi Kemanusiaan Warga Irak | Fokus | DW | 17.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

UNHCR Resahkan Kondisi Kemanusiaan Warga Irak

Mengawali konferensi selama dua hari bersama wakil-wakil dari 60 negara di Jenewa, UNHCR mengimbau bantuan berkesinambungan dari negara-negara dunia.

Kata-kata tegas terdengar di Jenewa. Sekjen PBB Ban Ki-Moon menuntut peningkatan bantuan internasional bagi pengungsi Irak. Dan Antonio Guterres, komisaris urusan pengungsi PBB memperingatkan: "Skala permasalahannya terlihat jelas. Ini merupakan pengungsian besar-besaran lagi di Timur Tengah sejak perang Arab-Israel tahun 1948. Sekitar 1,9 juta warga Irak harus meninggalkan kampung halamannya, dua juta lainnya melarikan diri ke luar negeri."

Sebagian besar dari mereka hidup seadanya di Yordania dan Suriah. Sementara ini kedua negara itu sudah menutup sebagian perbatasannya, agar jumlah pengungsi tidak terus bertambah. Menurut perkiraan berbagai organisasi bantuan, kondisi di Irak sendiri pun sangat buruk. Dennis McNamara, pejabat PBB urusan orang-orang terusir, mengemukakan: "Semua laporan yang kami terima menyimpulkan, mereka kekurangan kebutuhan dasar. Pertama, tidak ada perlindungan, kehidupan mereka penuh risiko. Bantuan yang paling mendasar pun tidak ada seperti misalnya pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pokoknya keadaan mereka sangat sengsara, seperti yang umum dialami dalam konflik serupa itu, bila orang harus melarikan diri."

Lebih 450 utusan dari sekitar 60 negara dan puluhan organisasi bantuan kini merembukkan jalan keluar dari krisis. Berulang kali dibahas tidak adanya jaminan keamanan di Irak. Hampir semua organisasi bantuan menjalankan tugas dengan tenaga lokal, karena terlalu berbahaya. Walaupun permasalahan menyangkut pengungsi Irak dibahas dalam konferensi ini, namun diperingatkan agar tidak ditarus harapan yang terlalu besar. Menteri negara pada Kementrian Luar Negeri Jerman, Gernot Erler mengatakan: "Konferensi ini bertujuan mengkonfrontasikan masyarakat dunia pada tragedi para pengungsi dan perlunya untuk bersikap solider dengan mereka. Lewat berbagai bantuan, termasuk sumbangan uang. Tetapi sekaligus juga untuk menunjukkan kepada pemerintah Irak sendiri, tanggung jawab apa yang mereka pikul. Sayangnya berita-berita yang datang dari Bagdad tidak menggembirakan, terkait melemahnya pemerintah yang sekarang dengan mundurnya lima menteri Syiah."

Badan bantuan pengungsi PBB UNHCR tahun ini membutuhkan sekitar 44 juta Euro untuk dapat mmberikan bantuan yang layak. Dan nantinya mungkin diperlukan dana milyaran sampai semua warga Irak punya tempat tinggal lagi dan memperoleh pelayanan dasar yang diperlukan. Oleh sebab itu komisaris urusan pengungsi PBB, Antonio Guterres mengimbau para delegasi: "Dimensi kemanusiaan dari masalah ini tidak boleh disepelekan. Lebih dari empat juta warga Irak sekarang mengarahkan pandangan pada kita. Apa yang mereka perlukan sudah jelas. Memberikan bantuan adalah kewajiban moral. Kita semua, wakil-wakil pemerintah, organisasi bantuan dan masyarakat sipil harus bertindak."

Sampai besok siang diharapkan ada kejelasan, seberapa besar bantuan pertama yang masuk. Pemerintah Jerman sudah menjanjikan bantuan langsung sebesar dua juta Euro.