Jerman Usulkan Keanggotaan Asosiatif Uni Eropa bagi Ukraina
21 Mei 2026
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan agar Ukraina dijadikan “anggota asosiasi” Uni Eropa untuk mendekatkannya ke blok tersebut sebelum proses menuju keanggotaan penuh selesai.
Ukraina sangat ingin bergabung dengan Uni Eropa sebagai langkah untuk memperkuat keamanan dan kemakmurannya di tengah perang melawan invasi Rusia, terutama karena Amerika Serikat sejauh ini menolak gagasan Ukraina menjadi anggota NATO.
Apa yang diusulkan Merz?
Dalam surat kepada pimpinan Uni Eropa, Ursula von der Leyen dan António Costa yang dilihat kantor-kantor berita pada Kamis (21/5), pemimpin Jerman itu mengusulkan agar pejabat Ukraina diizinkan ikut serta dalam pertemuan puncak dan rapat menteri Uni Eropa, tetapi tanpa hak suara.
“Jelas bahwa kita tidak akan dapat menyelesaikan proses aksesi dalam waktu dekat, mengingat begitu banyak hambatan serta kompleksitas politik dalam proses ratifikasi,” tulis Merz.
“Yang saya bayangkan adalah solusi politik yang segera membawa Ukraina jauh lebih dekat dengan Uni Eropa dan institusi inti utamanya,” tulisnya.
Dalam proposal Merz, Ukraina juga akan tercakup dalam klausul bantuan timbal balik Uni Eropa, serta berhak memperoleh pendanaan dari sebagian anggaran blok tersebut.
Merz menegaskan bahwa ia tetap ingin Ukraina pada akhirnya menjadi “anggota penuh” dan mendesak dimulainya seluruh negosiasi yang diperlukan.
“Itu bukanlah bentuk keanggotaan yang diperingan,” tulisnya.
Proposal dengan mekanisme pencabutan otomatis
Merz menulis bahwa kesepakatan semacam itu dapat mencakup mekanisme snap-back (pencabutan otomatis), yang akan membatalkan status keanggotaan sementara jika Kyiv mundur dari standar supremasi hukum yang diperlukan untuk aksesi penuh.
“Proposal saya mencerminkan situasi khusus Ukraina sebagai negara yang sedang berperang. Ini akan membantu mempermudah perundingan damai yang sedang berlangsung sebagai bagian dari solusi damai yang dinegosiasikan,” tulis Merz.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut “penting bukan hanya bagi keamanan Ukraina, tetapi juga bagi seluruh keamanan benua Eropa.”
Merz mengatakan bahwa ia berniat mendiskusikan gagasannya dengan para pemimpin Eropa lainnya.
“Tujuan saya adalah mencapai kesepakatan secepat mungkin, dan membentuk Satuan Tugas khusus untuk menyusun rinciannya,” tulisnya.
Proposal Merz kemungkinan akan disambut dengan skeptisisme, baik oleh mitra-mitra Jerman di Uni Eropa maupun oleh Ukraina sendiri, yang khawatir solusi sementara seperti itu dapat membuat Kyiv berada dalam ketidakpastian tanpa akhir yang jelas.
Proses aksesi Uni Eropa yang panjang
Meskipun tahun 2027 sempat diajukan sebagai kemungkinan tanggal aksesi Ukraina ke Uni Eropa dalam rencana damai 20 poin yang dibahas oleh AS, Ukraina, dan Rusia, para pejabat Eropa menilai keanggotaan penuh Ukraina kemungkinan belum akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.
Prosedur aksesi biasanya panjang dan melibatkan birokrasi yang besar, dengan negara kandidat diwajibkan memenuhi berbagai standar demokrasi dan ekonomi.
Seluruh 27 negara anggota Uni Eropa juga harus menyetujui dan meratifikasi proses aksesi tersebut, yang menambah kemungkinan hambatan.
Kemajuan Ukraina menuju aksesi Uni Eropa sebelumnya cukup terhambat oleh mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán. Namun, penggantinya, Peter Magyar, memunculkan harapan baru bahwa proses tersebut bisa bergerak lebih maju.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Rizki Nugraha