UE Tuntut Penjelasan Belarus Atas Dugaan Cegat Pesawat untuk Tangkap Jurnalis | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 24.05.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Uni Eropa

UE Tuntut Penjelasan Belarus Atas Dugaan Cegat Pesawat untuk Tangkap Jurnalis

Kementerian Luar Negeri Jerman menuntut penjelasan Belarus atas tindakan penghadangan penerbangan sipil yang diduga untuk menahan jurnalis oposisi negara itu. Para pemimpin Uni Eropa mendesak pertanggungjawaban Minsk.

Pesawat Ryanair

Jet tempur dikerahkan untuk mencegat pesawat Ryanair dan diminta mendarat di bandara Minsk, Belarus

Jerman dan anggota Uni Eropa lainnya pada Minggu (23/05) menuntut penjelasan pemerintah Belarus setelah pesawat penumpang sipil dari maskapai Ryanair dipaksa mendarat di bandara Minsk.

Kementerian Luar Negeri Jerman mendesak alasan tentang dugaan penangkapan jurnalis oposisi Belarus, Roman Protasevich, yang merupakan mantan editor dari outlet berita penting di Minsk, Nexta.

Protasevich sedang dalam penerbangan dari Athena ke Vilnius, Lithuania, bersama 169 penumpang lainnya ketika sebuah jet tempur yang dikerahkan Presiden Belarus menghadang jalur pesawat Ryanair.

Jet tempur militer itu meminta pesawat untuk mendarat. Setelahnya, Protasevich - jurnalis yang mengkritik rezim Presiden Alexander Lukashenko - ditahan. Setidaknya ada empat orang, termasuk pasangan Protasevich turun dari pesawat dan tidak melanjutkan penerbangan ke Lithuania.

Ancaman dalam lalu lintas udara

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyerukan "konsekuensi yang jelas" bagi pemerintah di Minsk. "Fakta bahwa penerbangan antara dua negara Uni Eropa terpaksa singgah dengan dalih ancaman bom adalah gangguan serius dalam lalu lintas udara sipil di Eropa," kata Maas.

"Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa jurnalis Roman Protasevich ditangkap dengan cara ini," tambahnya.

Miguel Berger, sekretaris di Kementerian Luar Negeri Jerman, sebelumnya menulis di Twitter bahwa Berlin menuntut "penjelasan segera" atas peristiwa tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan insiden itu "tidak dapat diterima."

Amerika Serikat juga mengutuk keras pengalihan penerbangan untuk menahan Protasevich, dengan menyebutnya sebagai "tindakan mengejutkan" yang menjadi ancaman bagi semua penumpang di pesawat. Menteri Luar Negeri Anthony Blinken mendesak pembebasan segera jurnalis tersebut.

Banyak pihak terkejut

Pemerintah Yunani dan Lithuania langsung angkat bicara. Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan kejadian itu "belum pernah terjadi sebelumnya dan mengejutkan."

"Kami menuntut pembebasan segera semua penumpang. #EUCO besok harus membahas hal-hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Belarus. Cukup sudah," kata Mitsoatakis dalam sebuah cuitan, mengacu pada pertemuan Dewan Eropa yang dijadwalkan pada Senin (24/05).

Presiden Lithuania Gitanas Nauseda mengecam insiden itu sebagai "tindakan yang menjijikkan." "Peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya! Sebuah pesawat penumpang sipil yang terbang ke Vilnius secara paksa mendarat di Minsk," tulis Presiden Gitanas Nauseda di Twitter. "Rezim [Belarus] berada di belakang tindakan menjijikkan itu. Saya menuntut pembebasan Roman Protasevich segera!"

Presiden Nauseda juga menuntut tindakan dari Brussels dan NATO untuk menyelesaikan masalah tersebut. "Saya menyerukan kepada sekutu NATO dan Uni Eropa untuk segera bereaksi terhadap ancaman yang ditimbulkan terhadap penerbangan sipil internasional oleh rezim Belarus. Komunitas internasional harus segera mengambil langkah agar hal ini tidak terulang," kata Nauseda dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters.

Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas berjanji untuk "mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di pesawat itu." Dia mengumumkan bahwa Lithuania meluncurkan penyelidikan di sebuah postingan di Facebook.

Sementara itu, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengutuk penangkapan itu sebagai "tindakan terorisme negara yang tercela."

Uni Eropa minta pertanggungjawaban Minsk

Sebanyak 170 penumpang dalam penerbangan tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka. Pejabat UE sebelumnya telah memperingatkan Belarus bahwa mereka harus bertanggung jawab atas nasib penerbangan yang dialihkan, dan menyerukan agar semua penumpang dibebaskan.

"Kami meminta pemerintah Belarusia bertanggung jawab atas keamanan semua penumpang dan pesawat," bunyi cuitan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

"SEMUA penumpang harus dapat melanjutkan perjalanan mereka segera," katanya, yang secara implisit menuntut pembebasan Protasevich.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menggemakan pesan tersebut. "SEMUA penumpang harus dapat melanjutkan perjalanan mereka ke Vilnius segera dan keamanan mereka terjamin," katanya, dalam cuitan terpisah. "Setiap pelanggaran aturan transportasi udara internasional harus menanggung konsekuensi," dia memperingatkan. Dia juga menyebut pengalihan paksa sebagai "pembajakan" yang akan memiliki konsekuensi.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan penyelidikan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) "penting" untuk segera dilakukan. ICAO, bagian dari PBB, mengatakan insiden itu mungkin melanggar perjanjian penerbangan internasional yang telah lama ditetapkan.

"ICAO sangat prihatin dengan pendaratan paksa penerbangan Ryanair dan penumpangnya, yang mungkin bertentangan dengan Konvensi Chicago," katanya. "Kami menantikan lebih banyak informasi yang secara resmi dikonfirmasi oleh negara dan operator terkait."

ha/pkp (AFP, Reuters)

Laporan Pilihan