Turki Peringatkan Suriah Agar Tidak Bekerjasama Dengan Gerilyawan Kurdi | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 20.02.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Turki Peringatkan Suriah Agar Tidak Bekerjasama Dengan Gerilyawan Kurdi

Pasukan Suriah dan gerilyawan Kurdi sepakat untuk beraliansi menghadapi serangan militer Turki yang sedang berlangsung di kota perbatasan Afrin.

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa pasukan pro pemerintah akan segera dikerahkan ke Afrin untuk mendukung perlawanan gerilyawan Kurdi YPG terhadap serangan tentara Turki.

Pengerahan pasukan ini bertujuan untuk "mendukung keteguhan rakyat dalam menghadapi agresi yang telah diluncurkan rezim Turki di kawasan ini," kata kantor berita Suriah, SANA. Televisi Suriah juga memberitakan bahwa pasukan pro pemerintah segera akan dikirim ke Afrin, tanpa memberikan rincian.

Pengerahan pasukan Suriah ke Afrin meningkatkan kemungkinan bentrokan langsung antara militer Suriah dan Turki, yang sejak sebulan lalu menyerang daerah-daerah kantong Kurdi di Suriah barat laut.

Infografik Streitkräfte Nordsyrien 19. Februar 2018 ENG

Berbagai kelompok menguasai kawasan Suriah utara di perbatasan ke Turki

Turki peringatkan Suriah

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan tidak akan ada "masalah" jika pejuang Suriah dikerahkan untuk "membersihkan" Partai Pekerja Kurdistan PKK dan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi YPG dari Afrin.

Tapi dia menegaskan, jika rezim Suriah membela YPG, yang oleh Turki dianggap sebuah organisasi teroris terkait dengan PKK, maka "tidak ada sesuatupun yang bisa menghentikan kita atau tentara Turki."

"Ini benar untuk Afrin, Manbij dan timur Sungai Efrat," kata Mevlut Cavusoglu, mengacu pada daerah-dareah yang dikuasai gerilyawan Kurdi di sebelah timur Afrin.

Türkei Grenze Syrien Aufmarsch Afrin Operation Olivenzweig (picture-alliance/abaca/E. Turkoglu)

Militer Turki siap memasuki kawasan Suriah untuk mengempur gerilyawan Kurdi YPG di perbatasan ke Suriah, Februari 2018

Erdogan dan Putin akan 'bekerja sama dalam memerangi terorisme'

Kemungkinan pengerahan pasukan Suriah ke  Afrin memicu serangkaian aktivitas diplomatik di belakang layar. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Iran, yang selama ini memberi dukungan militer kepada Bashar al Assad. Rusia, Iran dan Turki sedang berupaya mencapai solusi diplomatik dalam konflik di Suriah.

Hari Senin (19/2) seorang pejabat senior Kurdi mengatakan kepada kantor berita Reuters, pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Damaskus soal bantuan militer untuk mempertahankan Afrin dari serangan militer Turki.

Situasi ini mempersulit solusi diplomatik dalam konflik di Suriah, karena persaingan dan aliansi antara pasukan Kurdi, pemerintah Suriah, faksi pemberontak, serta negara-negara asing yang punya kepentingan besar di Suriah seperti Amerika Serikat, Rusia, Iran dan Israel.

hp/rn  (rtr, dpa, Interfax)

 

Laporan Pilihan