1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Hukum dan PengadilanAmerika Serikat

Trump Kecam Dakwaan sebagai 'Penghinaan terhadap Negara'

5 April 2023

Trump mengaku tidak bersalah atas 34 dakwaan yang dijeratkan terhadap dirinya dalam sebuah sidang dramatis yang berlangsung di New York pada Selasa (04/04). Ia menjadi mantan presiden AS pertama yang didakwa pidana.

https://p.dw.com/p/4PhgM
Mantan Presiden AS Donald Trump dalam sidang dakwaan, Selasa (04/04).
Foto: Timothy A. Clary/Pool Photo/AP/picture alliance

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam dakwaan pidana terhadap dirinya sebagai "penghinaan terhadap negara.” Hal itu ia sampaikan dalam sambutan publik pertamanya pada Selasa (04/04), sejak didakwa atas pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang porno.

Beberapa jam sebelumnya, Trump mengaku tidak bersalah atas 34 dakwaan pidana yang dijeratkan terhadap dirinya dalam sebuah sidang dramatis yang berlangsung di New York.

"Saya tidak pernah menyangka hal seperti ini bisa terjadi di Amerika,” kata Trump di hadapan para pendukungnya di Mar-a-Lago, kediamannya di Florida selatan.

"Satu-satunya kejahatan yang saya lakukan adalah membela negara kita tanpa rasa takut dari orang-orang yang berusaha menghancurkannya … Ini adalah penghinaan bagi negara kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Presiden AS berusia 76 tahun itu juga menyebut bahwa jaksa-jaksa penuntut umum yang "kiri radikal” di seluruh negeri telah berupaya menjatuhkannya "dengan cara apa pun.”

Sidang dakwaan terhadap Trump menjadi yang pertama dalam sejarah AS. Tidak ada mantan presiden lain yang pernah didakwa atas tuduhan kriminal sebelumnya.

Sejumlah dakwaan terhadap Trump

Jaksa Distrik Manhattan Alvin Bragg mendakwa Trump telah merekayasa buku perusahaannya untuk menyembunyikan pembayaran yang dia atur kepada bintang porno bernama Stormy Daniels beberapa hari sebelum pemilu 2016, untuk menutupi dugaan hubungan seksual antara keduanya satu dekade sebelumnya.

Jaksa Bragg mengatakan bahwa Trump "berulang kali dan secara curang memalsukan catatan bisnis New York untuk menyembunyikan tindakan kriminal yang menyembunyikan informasi merusak dari masyarakat yang menjadi pemilih dalam pemilihan presiden 2016.”

Sebuah "pernyataan fakta” yang dirilis bersama dengan dakwaan pidana memuat rincian pembayaran uang tutup mulut kepada tiga orang, yaitu Stormy Daniels, seorang model Playboy bernama Karen McDougal, serta seorang mantan penjaga pintu Trump Tower yang mengaku memiliki cerita tentang seorang anak Trump di luar nikah.

Daniels dibayar US$130.000 oleh mantan pengacara Trump, Michael Cohen. Sementara McDougal dan si penjaga pintu masing-masing mendapat bayaran US$150.000 dan US$30.000 dari AMI, sebuah perusahaan penerbit tabloid bernama National Enquirer.

Sidang pidana Trump 

Hakim Juan Merchan mengatakan bahwa persidangan kemungkinan besar dimulai paling cepat pada Januari 2024, sebulan sebelum pemilihan pendahuluan presiden dimulai.

Meski begitu, pengacara Trump telah mengindikasikan bahwa mereka ingin persidangan diundur ke musim semi berikutnya.

gtp/ha (AFP)